Social Icons

Pages

Rabu, 23 Maret 2016

BAITUTTAMKIN: MEMBANGUN GERAKAN PEMBERDAYAAN YANG LEBIH MASSIF

Dari tahun ke tahun, statistik kemiskinan di tanah air tak kunjung menurun, justru memiliki kecendrungan naik. Mungkin kita sering dihidangkan harapan oleh pemerintah bahwa target pertumbuhan ekonomi di atas 10% misalnya, namun pada tahap realisasi jarang ada yang sampai setengahnya yang bisa terwujud. Kalau kita lihat ke tataran grass root kita akan disuguhkan fakta baru lagi bahwa sebesar apapun kebanggaan yang sering dipamerkan pemerintah melalui media Koran maupun televisi bahwa pemerintah telah berhasil menurunkan angka kemiskinan, namun yang dirasakan yang miskin masih tetap dalam kemiskinan. Dari hal tersebut kemudian muncul pertanyaan kritis, kalau begitu siapa yang menciptakan kemiskinan itu sehingga kesannya kemiskinan itu begitu kuat sehingga pemerintah tidak mampu melenyapkannya ? makhluk jenis apakah dia ? siapakah yang paling bertanggung jawab terhadap pengentasan kemiskinan itu ? Saya kemudian menemukan jawabannya dalam Al- Qur’an surah An- Najm ayat (43), (44), (45) dan (48). - Dan sesungguhnya Dia lah yang menjadikan orang TERTAWA dan MENANGIS (qs an najm ayat 43) - Dan sesungguhnya Dia lah yang MEMATIKAN dan MENGHIDUPKAN (qs an najm ayat 44) - Dan sesungguhnya Dia lah yang menciptakan pasangan LAKI-LAKI dan PEREMPUAN (qs an najm ayat 45) - Dan sesungguhnya Dia lah yang memberikan KEKAYAAN dan KECUKUPAN (qs an najm ayat 48) Sampai di ayat yang ke 48, saya kemudian berhenti dan tertegun. Coba lihat padanan kata di masing-masing ayat yang diberi huruf capital (huruf besar). Kata di antara konjungsi (kata sambung) (….dan….) dari ayat 43-45 merupakan antonym (lawan kata). TERTAWA vs MENANGIS (43) MEMATIKAN vs MENGHIDUPKAN (44) LAKI-LAKI vs PEREMPUAN (45) Seharusnya di ayat 48 kata yang digunakan juga adalah antonym yakni KEKAYAAN vs KEMISKINAN…. Tetapi TIDAK, kata yang digunakan ayat ini merupakan sinonim (persamaan derajat kata) yakni KEKAYAAN dan KECUKUPAN. Itu artinya Dia (Allah) tidak pernah menciptakan KEMISKINAN… saya ulangi sekali lagi bahwa Dia (Allah) tidak pernah menciptakan KEMISKINAN. Makanya jangan pernah protes kepada Allah bahwa kenapa anda MISKIN. Jangan pernah berkata: … ya Allah kenapa saya ini MISKIN ???.... ingat,,,, bahwa Allah tidak bertanggung jawab atas KEMISKINAN anda. Lalu siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang menciptakan kemiskinan itu ? Kalau bukan Allah yang ciptakan, tentu pasti yang menciptakannnya adalah yang selain Allah. Lalu siapa dia ? Bisa jadi anda sendiri yang menciptakan kemiskinan anda , atau bisa juga sistem yang membuat anda miskin, atau bisa juga yang lainnya. Kemiskinan yang diciptakan sendiri maksudnya bisa jadi anda miskin karena anda malas bekerja, tidak peduli orang lain, tetap dalam kemaksiatan dan berlumur dosa. Kemiskinan yang disebabkan sistem maksudnya sistem ekonomi yang monopoli, eksploiatif, tidak care terhadap orang kecil atau karena masih maraknya sistem RIBA dalam setiap transaksi ekonomi. Karena dalam Al qur’an sendiri, Allah swt telah menegaskan bahwa selama masih ada riba yang dilakukan maka keberkahan akan dicabut, ekonomi akan dihancurkan. Jadi mulai sekarang perbaiki diri, benahi sistem. Namun ketika kemiskinan itu ada di sekitar kita apa lantas kita akan cela, apa orang-orang miskin itu kita pandang sebelah mata ? Sesungguhnya KEKAYAAN dan KEMISKINAN adalah ujian dari Allah swt untuk mengetahui siapa sebenarnya hamba- Nya yang bersyukur dan bersabar. Kemiskinan justru menjadi ladang amal bagi si kaya dan ladang pahala bagi pelaku pemberdayaan. Baituttamkin selaku rumah tempat pemberdayaan terus berikhtiar untuk melakukan gerakan yang lebih massif yang lebih besar dengan mengajak semua pihak untuk ikut turun tangan membangun masyarakat Indonesia. Gerakan yang dilakukan berupa memperluas wilayah binaan, memperbanyak anggota binaan, meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan, meningkatkan status anggota dari yang awalnya pinjaman menjadi ikut aktif ber akad bisnis lewat proses sosialisasi konsolidasi, edukasi, kapasitasi dan pengembangan bisnis guna memberdayakan ekonomi ummat. Kata kunci membangun masyarakat adalah dengan pemberdayaan karena esensi dari kata Tamkin itu sendiri adalah sebuah proses menuju yang lebih baik, yang lebih sejahtera. Dengan begitu suatu masa nanti, kita tidak lagi mendengar ada orang miskin di negeri ini sebagaimana yang terjadi pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Abdul Azis di Madinah. Semoga.

Blogroll

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates