Social Icons

Pages

Selasa, 26 Juli 2016

MTQ DAN MOMEN KEBANGKITAN UMMAT ISLAM

Sebelumnya saya sampaikan ucapan selamat dan sukses Mushabaqoh Tilawatil Qur’an tingkat Nasional (MTQN) yang ke- XXVI yang kali ini dipusatkan di Mataram, Lombok – NTB. Pelaksanaan MTQN di NTB menandakan bahwa NTB adalah salah satu provinsi yang diperhitungkan. Bagaimana tidak, tidak kurang dari 95% penduduk NTB adalah beragama islam. Mayoritas tersebut memberikan peluang besar dari NTB kemajuan dan kejayaan Islam bisa diserukan. Sinyal kejayaan islam tersebut tercermin dari prestasi yang ditorehkan provinsi ini dibawah kepemimpinan Gubernur NTB DR M Zainul Majdi, MA. Seorang ulama’ dan umara’ calon pemimpin negara di masa mendatang, seorang doktor ilmu tafsir Universitas Al Azhar Kairo, Mesir yang tidak hanya faham imu agama tetapi juga mengerti ilmu politik dan pemerintahan, yang peduli dan mengayomi rakyatnya, terpilih menjadi gubernur 2 periode berturut-turut. Prestasi individu sang gubernur diikuti juga dengan prestasi jabatannya dimana membawa NTB sebagai juara satu dan NTB mendapat predikat wisata halal dan kuliner halal tingkat internasional. Halal adalah identik dengan islam, dengan begitu berarti wajah kejayaan islam sudah bisa dilihat di provinsi ini. Tidak hanya prestasi dibidang pariwisata tetapi juga bahkan seringkali NTB mendapatkan penghargaan baik di level nasional dan internasional. Tidak heran jika presiden Jokowi berkunjung ke NTB utk yang ke- 4 kalinya di NTB. Sejarah pertama untuk provinsi ini sebab presiden-presiden sebelumnya jarang mengunjungi NTB, meski pada pilpres kemarin suara Jokowi hanya di kisaran 30%. Saya tidak tahu persis, apakah itu bagian dari pesona daya tarik NTB ataukah pesona daya tarik sang gubernur ???. Baiklah, penilaiannya saya kembalikan kepada pembaca sekalian karena kita akan tinggalkan pembahasan itu menuju sebuah wacana korelasi antara MTQN dan kebangkitan ummat islam. Apa hubungannya ? Pada intinya MTQ adalah untuk mencari siapa yang paling indah dan merdu bacaan al qur’annya, walaupun ada 11 cabang memang yang dilombakan untuk MTQN kali ini. Dapat dikatakan bahwa MTQN adalah ajang mencari bakat untuk seni membaca dan menghafal Al qur’an. Tidak ada yang salah dengan MTQ ini. Tetapi substansi dari Al Qur’an adalah (tidak) hanya pada membacanya tetapi yang lebih substansi adalah pada pengamalannya. Al Qur’an adalah kitab panduan kehidupan, Al Qur’an bukan pajangan dan tidak untuk pamer pameran kemerduan dalam membacanya. Jika demikian yang terjadi, maka apa bedanya kita dengan perilaku kaum pagan pada masa jahiliah sebelum Rasulullah Muhammad SAW datang dengan menyerukan islam (keselamatan) ???. Akhir akhir ini kita banyak menyaksikan fenomena, orang yang bagus dalam membaca Al Qur’an diagung agungkan sementara yang konsisten melaksanakan ajaran Al Qur’an malah diasingkan, dikucilkan bahkan tidak jarang dimusuhi oleh orang islam sendiri. Di NTB sendiri khususnya Lombok, kita tidak kekurangan dengan yang namanya Tuan Guru, Kiyai, Ustadz. Tidak kurang pengajian, pondok pesantren. Tidak kekurangan masjid dan forum-forum islami. Tidak kurang juga yang namanya Qori’ dan hafiz Al Qur’an. Tetapi yang kurang sesungguhnya di kita adalah pengamalan dari Al Qur’an dan ajaran-ajaran Islam yang kita pelajari dan imani selama ini. Maka tidak jarang kita melihat, ulama’ yang membenci ulama’ lainnya, ulama’ saling sindir, ulama’ saling tuntut di pengadilan, ulama’ tidak saling tegur sapa. Lantas dimana diletakkan keagungan ajaran Al Qur’an itu jika yang seharusnya yang menjadi panutan kita justru mempertontonkan sikap tidak terpuji yang jauh dari ajaran agama ??? Naudzubillah. Kita harus lebih banyak-banyak lagi istigfar dan introspeksi diri sebelum terlalu jauh larut dalam kealpaan. Semoga MTQN kali ini dapat lebih menyadarkan kita bahwa Al Qur’an itu tidak hanya untuk dibaca dan dilombakan semata, tetapi yang seharusnya diperdalam dan digalakkan adalah bagaimana Al Quran itu masuk dalam kehidupan dan menjadi akhlak kita dalam kebidupan beragama, bermasyarakat, berorganisasi, berbangsa dan bernegara sehingga ummat islam bisa bangkit dari keterpurukan dan perpecahan. Bukankah akhlaq Rasulullah SAW adalah Al Qur’an ??? Insya Allah MTQ kali ini dapat membawa keberkahan yang melimpah untuk NTB dan kaum muslimin secara menyeluruh. Semoga ||.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogroll

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates