Social Icons

Pages

Selasa, 03 Mei 2016

MIMPI NTB SEBAGAI PUSAT EKONOMI ISLAM DUNIA

Itulah salah satu dari 7 mimpi masyarakat NTB yang dicatat oleh ekspedisi kapsul waktu pada Selasa 18 September 2015 yang ditanda tangani Gubernur TGB DR. M Zainul Majdi, MA di lapangan Bumi Gora kantor gubernur NTB. 7 mimpi tersebut antara lain Indonesia negara yang merdeka, sehat, dan bermartabat, Selat Lombok menjadi poros maritim dunia dengan terwujudnya Global Hubungan Bandar Khayangan, NTB sebagai pusat pengembangan ekonomi islam dunia, Pusat wisata world class berbasis adat istiadat dan budaya daerah, Pelayanan kesehatan standar internasional di semua class, Anak Indonesia berprestasi diberi pendidikan gratis hingga S3, dan Sarana air bersih merata di setiap dusun/desa. Mimpi tersebut diharapkan dapat terwujud 70 tahun yang akan datang. NTB sebagai pusat ekonomi islam dunia menurut hemat saya bukan hanya sekedar mimpi, melainkan sesuatu yang realistis untuk dapat digapai. Mengapa demikian, sebab NTB adalah mayoritas penduduknya adalah muslim, kemudian geliat perekonomian NTB baik di sektor makro maupun mikro dari waktu ke waktu semakin menunjukkan trend yang makin meningkat. Selain itu juga, karakter dan kultur masyarakat NTB yang religius, berbudaya, santun, ramah dan respek terhadap perkembangan zaman merupakan modal dasar untuk mewujudkan mimpi tersebut. Pertumbuhan minat masyarakat NTB untuk terus bermuamalah secara syar’I yang juga didukung oleh semakin banyaknya lembaga-lembaga keuangan skala nasional dan skala lokal yang tumbuh dan beroperasi sesuai syariah. Hal ini semakin memudahkan masyarakat NTB untuk memilih mitra bisnis yang tepat, yang sesuai dengan kebutuhan bisnis/usahanya. Hal tersebut juga didukung oleh kebijakan pemerintah daerah setempat yang terus mendorong tumbuh kembang ekonomi masyarakat yang anti riba, dan terus mengupayakan masyarakat terbebas dari rentenir atau oknum-oknum yang mengatasnamakan diri koperasi tetapi sesungguhnya menjadikannya sebagai kedok belaka. Secara akademis, belakangan ini juga di NTB banyak muncul kampus-kampus yang membuka jurusan/program studi ekonomi islam (syariah) bahkan ada Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) yang terus didirikan oleh pondok pesantren-pondok pesantren ternama di NTB. Seiring berjalannya waktu ketika semua unsur dan stake holder bergerak untuk berpartisipasi di dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah maka secara otomatis juga akan banyak lahir ekonom-ekonom syariah, pejuang pejuang syariah baik yang mengambil posisi akademisi maupun praktisi. Optimisme dan gerakan ini harus terus dibangun karena dengan itulah mimpi NTB sebagai pusat ekonomi islam dunia akan terwujud, insya Allah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Blogroll

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates