Social Icons

Pages

Selasa, 23 Desember 2014

PROFIL BAITUTTAMKIN

Baituttamkin adalah sebuah metodologi pemberdayaan masyarakat dengan pintu masuk keuangan mikro syariah berbasis komunitas (Community Based Islamic Microfinance). VISInya Mewujudkan layanan jasa keuangan mikro yang menguatkan ekonomi dan memberdayakan masyarakat berpenghasilan rendah. Adapun MISInya: mendorong terpenuhinya hak-hak ekonomi, sosial dan budaya keluarga berpenghasilan rendah melalui entry point keuangan mikro sehingga mereka mampu : (a) Memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri, mengelola sumber daya keluarga dan membangun kemampuan kewirausahaannya, (b) Bekerjasama dengan berbagai pihak secara aktif untuk mengurangi masalah kemiskinan, seperti kecukupan gizi, pendidikan anak, kesehatan lingkungan, pengembangan usaha, dan lain-lain, (c) Mewujudkan kepedulian sosial dalam semangat persaudaraan, termasuk menyelenggarakan sistem jaminan sosial dan sistem micro-takaful diantara anggota/komunitas. Prinsip-prinsip Operasional Baitut Tamkin: 1. Pendidikan merupakan inti dari setiap kegiatan bersama usaha mikro (UMi) dan warga desa. 2. Menegakkan disiplin, amanah, tanggung jawab dan kemandirian. 3. Organisasi komunitas merupakan wahana pembelajaran didalam berinteraksi, bertransaksi dan konsolidasi potensi. 4. Memulai dari masyarakat berpendapatan rendah (UMi dan keluarga miskin) dengan pendekatan kelompok dalam komunitas 5. Pada dasarnya basis keanggotaan kelompok adalah keluarga 6. Setiap transaksi dilaksanakan dan dikembangkan berdasarkan prinsip keadilan, transparansi dan akuntabilitas. 7. Setiap transaksi dilakukan untuk tujuan utama: peningkatan nilai tambah secara ekonomi/finansial dan efisiensi; dilakukan tanpa mengharuskan adanya agunan (chollateral). 8. Menggalakkan menabung sebagai bagian perencanaan keuangan keluarga 9. Wujudkan kesetiakawanan dan saling peduli 10. Memelihara kehormatan diri serta internalisasi dan pelembaga-an akhlaq dan nilai-nilai yang luhur melalui aksi-refleksi. 11. Menghilangkan sebanyak mungkin sebab-sebab kemiskinan, termasuk mehindari menjual asset ekonomi rumah tangga, memutus hubungan dengan rentenir, mendorong anak-anak bersekolah, mengatasi persoalan kekurangan gizi dan memperbaiki sanitasi lingkungan. 12. Mendorong pengembangan kelembagaan yang berakar, berkelanjutan dan mandiri melalui: perkuatan internal (sdm, sistem prosedur, teknologi informasi, dll), dan perkuatan permodalan. Baitutamkin mengedepankan pendidikan dan partisipasi masyaraKat lapis bawah di tingkat RT. Medianya adalah kelompok dan majelis yang merupakan basis utama bagi pengembangan kelembagaan masyarakat di kemudian hari. Orientasi Baituttamkin model ini memungkinkan Baituttamkin turut memperkaya dan semakin mengefektifkan dalam menjangkau, melayani dan memberdayakan masyarakat lapis bawah (grass root) di tanah air.

BAITUTTAMKIN, SELAMAT DATANG DI DUNIA PERKOPERASIAN TANAH AIR

Hari Jumat tanggal 19-12-2014 menjadi hari yang bersejarah bagi Baituttamkin, karena hari tersebut telah ditetapkan menjadi hari lahirnya Koperasi Baituttamkin NTB pada forum rapat dewan pendiri. Rapat tersebut berlangsung dari tanggal 19-21 Desember 2014 bertempat di kantor Baituttamkin unit Lombok Barat. Dengan resminya Baituttamkin berbadan hukum koperasi maka segala arah kebijakan dan arah pembinaan pemberdayaan ekonomi masyarakat berlandaskan pada prinsip prinsip koperasi. Lahirnya Koperasi Baituttamkin NTB juga menjadi koperasi Baituttamkin pertama di Indonesia. Kebulatan tekad Baituttamkin menjadi koperasi mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) provinsi NTB Drs. H. Supran, MM. pada kesempatan diskusi hari jumat lalu, beliau sangat bergembira dengan keputusan tersebut. Kegembiraan itu ditunjukkan dengan memfasilitasi seluruh biaya-biaya yang dibutuhkan dalam proses pengurusan badan hukum Koperasi Baituttamkin NTB. Disamping suport dalam bentuk materi, Diskop UMKM NTB juga siap mensuport dalam bentuk dukungan kebijakan dan dukungan program-program ke depannya antara lain: sertifikasi bagi pengurus, mengkomunikasikan dengan Diskop UMKM di tingkat kabupaten, menghubungkan dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) serta siap memberikan pembinaan untuk Koperasi Baituttamkin NTB. Sertifikasi bagi pengurus sangat membantu profesionalitas pengurus karena sesungguhnya image koperasi di NTB ini sangat buruk. Masyarakat sudah mengidentikkan koperasi sebagai lembaga resmi rentenir atau populernya masyarakat NTB menyebut koperasi itu adalah Bank Rontok, Bank Subuh, Bank Kelikit (Lalat) dan pelesetan sejenisnya yang mengarah pada preseden buruk buat perkoperasian di tanah air. Padahal sesungguhnya jika saja koperasi koperasi yang ada saat ini menjalankan koperasi yang sesungguhnya, bisa jadi setengah dari jumlah penduduk miskin di Indonesia sudah bisa terentaskan. Namun yang terjadi saat ini justru sebaliknya, justru kehadiran koperasi turut menyumbang laju pertumbuhan penduduk misikin nusantara dan membuat masyarakat trauma berkoperasi. Nah, jika saja pemerintah sejak lama melakukan standardisasi dan sertifikasi terhadap para pengurus koperasi maka kebijakan tegas dapat diambil. Boleh boleh saja kemudian pemerintah membekukan seluruh aktifitas koperasi jika para pengurusnya belum bersertifikasi sebab sertifikasi menunjukkan pengurus yang bersangkutan sudah professional, faham tentang koperasi dan yang lebih penting lagi memiliki komitmen untuk menjalankan koperasi sesuai dengan undang undang dan anggaran dasar yang ada. Rencana pemprov NTB tahun 2015 sudah memiliki PLUT juga harus kita apresiasi. PLUT dapat membantu UMKM yang ada mampu meningkatkan kualitasnya, tidak hanya dari sisi industri hulu tetapi juga sampai hilirnya. Karena kita fahami bersama bahwa UMKM rata rata memiliki persoalan klasik seperti permodalan, kemasan, manajemen bisnis, akuntansi dan pemasaran. Kehadiran PLUT diharapkan nantinya mampu memfasilitasi minimal 5 hal tersebut. Dalam hal ini, PLUT dapat membantu anggota Baituttamkin di NTB dalam meningkatkan produksi usaha dan perdagangannya karena menurut data dari pusat tabulasi/bank data Baituttamkin menunjukkan hampir 70% anggota Baituttamkin mencari nafkah di sektor perdagangan. Pada intinya Koperasi Baituttamkin NTB ke depannya akan bisa terus berbenah sehingga keberadaan pengurus pada awal awalnya memang harus diisi oleh orang yang berpengalaman di bidangnya sambil melakukan kaderisasi secara paralel. Saya secara pribadi juga mengharapkan Baituttamkin terus melakukan akselerasi karena di depan menanti 32 provinsi lagi yang belum digarap. Saya juga yakin, metode pemberdayaan Baituttamkin ini akan diterima dan cocok dengan karakter umum orang Indonesia. Akhir kata kita mengucapakan selamat datang Baituttamkin di dunia perkoperasian. Rakyat berharap, Baituttamkin akan betul betul menjadi sejatinya koperasi yang akan mampu memulihkan image buruk perkoperasian di tanah air khususnya di NTB. Semoga…!!!.

Blogroll

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates