Social Icons

Pages

Senin, 15 September 2014

YMP dan PERAN MODAL

Tulisan ini merupakan ulasan kedua dari penulis tentang YMP, setelah tulisan pertama kemarin mengulas tentang Kiprah YMP dan Wawasan Keislaman serta sedikit mengenal apa itu YMP dan programnya, maka tulisan yang sedang ada di tangan pembaca saat ini akan mengulas tentang modal apa saja yang ada di YMP dalam melaksanakan program-program pemberdayaannya kepada masyarakat, sesuai dengan judul tulisan ini. Baiklah, umumnya ketika kita berbicara modal maka yang tergambar dalam benak kita adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan bisnis, segala sesuatu yang berkaitan dengan usaha dan ekonomi, segala sesuatu yang berkaitan dengan uang. Oke itu tidak masalah. Anda berhak membayangkan tentang apa saja dengan kata modal, kemudian memberikan interpretasi sendiri dengan kata itu. Tetapi yang jelas, modal yang dimaksud disini bukan modal seperti apa yang digambarkan di atas, melainkan modal disini adalah cara kerja, cara pandang, termasuk juga cara pendekatan apa saja yang selama ini diterapkan YMP dalam proses pembinaan ke masyarakat. Atau dengan kata lain, sumber daya sumber daya apa saja yang bisa digerakkan untuk mengajak masyarakat mau berbuat tanpa ada tendensi apapun selain murni tujuannya untuk membangun desa sendiri serta menjaga lingkungan. Karena pada prinsipnya, alam raya beserta segala yang terkandung di dalamnya bukan warisan nenek moyang, melainkan titipan buat anak cucu kelak yang mesti dijaga, dipelihara dan dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran bersama. Modal Fakta Fakta adalah fenomena sebenarnya yang muncul di tengah-tengah masyarakat. Fakta itu bisa berupa benda yang sifatnya materi atau bisa juga temuan-temuan yang selama ini muncul dan terjadi di tengah-tengah masyarakat. Modal fakta ini sekaligus yang dijadikan modal awal YMP masuk ke masyarakat. “Untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan masyarakat, maka kita harus menelusuri fakta yang terjadi di mereka”. Demikian kira-kira papar Ibu Ellena, Direktur eksekutif Yayasan Masyarakat Peduli (YMP). Jika masyarakat perlu air bersih misalnya, kemudian mengusulkan pembangunan bak penampungan air yang besar, selanjutnya membuat tekhnologi sederhana untuk filterisasi air sehingga siap minum kapan saja dan aman dikonsumsi ibu hamil, balita maupun lansia. Maka hal tersebut merupakan kebutuhan atau keinginan ?. silahkan dijawab sendiri. Memang sepintas semua itu merupakan kebutuhan, tetapi jika kita lebih cermat maka hanya ketersediaan air bersih saja yang termasuk kebutuhan, sedangkan penampungan pipa yang besar serta tekhnologi filter merupakan keinginan. Mengapa demikian ?, karena tersedianya air bersih saja sudah cukup, adapun yang lainnya itu merupakan pelengkap yang keberadaannya dapat ditunda untuk beberapa waktu. Jadi dengan demikian, kebutuhan merupakan suatu hal yang tidak bisa ditunda dan harus segera terpenuhi, sedangkan keinginan adalah jika tidak ada waktu itu maka tidak menimbulkan masalah yang besar. Disinilah diperlukan modal fakta ini untuk melihat masalah yang muncul dalam suatu kelompok masyarakat, apakah merupakan kebutuhan atau hanya sekedar keinginan dari beberapa pihak saja yang mungkin hanya sekedar ingin mengambil manfaat dari program tertentu, misalkan untuk pencitraan, mencari nama atau ingin populer. Untuk menjalankan modal fakta, YMP berbagi metode untuk anda. Metode ini yang disebut dengan alur proses pencarian fakta. Pertama diawali dengan melakukan observasi. Dalam proses observasi ini, kita hanya melihat, mendengar, merasakan apa yang terjadi di masyarakat. Disini tidak dibolehkan berbicara terkait program apalagi sampai menjanjikan sesuatu. Karena bila terjadi, maka anda sudah melakukan satu kesalahan fatal serta sudah salah dalam langkah awal. Program kemungkinan gagal, atau jika berhasil maka akan sekedarnya saja. Tidak maksimal. Dari hasil observasi, kemudian dibuat sebuah hipotesa. Hipotesa merupakan proses yang kedua dari mencari modal fakta. Hipotesa yakni kesimpulan sementara dari temuan-temuan pada saat observasi. Hipotesa ini disusun sedemikian rupa sehingga menjadi semacam hasil dugaan sementara yang dapat dijadikan bahan untuk menuju proses berikutnya. Sekedar memberi contoh, misalkan kita observasi untuk kebutuhan sosialisasi program jamban, maka setelah observasi dilakukan kita dapat merumuskan hipotesanya yakni, Desa A hanya 30% saja penduduknya yang memakai jamban, selebihnya masih di sungai, di parit atau bahkan dengan menggali lubang. Setelah muncul hipotesa, dilanjutkan ke proses yang ketiga yakni wawancara. Wawancara dapat dilakukan dengan pemerintah setempat seperti kepala desa atau kepala dusun, para tokoh ataupun langsung dengan masyarakat. Hasil wawancara selanjutnya menuju proses yang ke empat yakni analisa. Pada proses analisa ini dilakukan refleksi kondisi suatu masyarakat pada masa lalu, kemudian kondisi saat ini dan beberapa tahun yang akan datang. Misalkan, jika tidak segera berbuat maka lima atau sepuluh tahun yang akan datang, desa tersebut mengalami kerusakan dan atau yang lainnya. Setelah hasil analisa tersebut matang baru dapat dirumuskan alat ukur yang dipakai untuk melakukan komunikasi program dengan masyarakat setempat. Alat ukur tersebut dapat menggunakan metode PRA, RRA, PWR atau metode-metode yang lainnya. Namun beberapa tahun terakhir ini, YMP turun ke masyarakat menggunakan metode CBIA. Apa itu metode CBIA ? akan kita ulas pada tulisan berikutnya. Untuk lebih jelasnya kelima alur yang digunakan YMP dalam konteks peran modal fakta yang menjadi modal awal dalam memulai komunikasi dengan masyarakat yang tinggal di suatu wilayah administratif yang lazimnya kita sebut sebagai desa adalah sebagai berikut: Gambar: Alur masuk program YMP. Modal Spirit Modal kedua YMP adalah spirit, Spirit berarti semangat. Spirit ini ada dua macam: ada spirit sosial dan spirit spiritual. Spirit sosial adalah bagaimana YMP menanamkan mindset kepada masyarakat bahwa semangat sosial atau semangat kebersamaan harus diutamakan. Jangan ada yang ketika sudah mendapatkan nikmat, berada pada satu titik aman kemudian tidak mau berbagi kepada masyarakat yang lain. Sebagai makhluk sosial, masyarakat yang satu membutuhkan masyarakat yang lainnya. Spirit spritual yakni YMP mengajak masyarakat untuk kembali kepada keyakinan akan hadirnya kekuasaan Tuhan yang maha kuasa. YMP percaya bahwa segala sesuatu terjadi tanpa kebetulan, melainkan sudah diataur oleh- Nya. Rencana manusia memang indah, tetapi rencana Tuhan jauh lebih indah. Modal spirit ini tidak hanya sekedar retorika saja di tengah gersangnya semangat keagamaan, atau bukan sebatas teori di tengah hausnya masyarakat akan motivasi. Masyarakat sebetulnya ingin diperhatikan, meski perhatian itu kecil bentuknya namun besar manfaatnya. Diibaratkan seperti orang yang sedang tenggelam, yang dibutuhkan adalah ban bekas. Bukan tumpukan rupiah, bukan pula emas berlimpah. Pada saat itu memberikan semangat dengan porsi yang tepat kepada masyarakat hendaknya menjadi racikan bumbu yang sedap bagi sebuah pemberdayaan. Porsi yang sesuai tentu dilihat kebutuhan masyarakat waktu itu. Memberikan sesendok air walau murni, tidak akan mampu memuaskan dahaga orang yang sedang kehausan. Demikian juga, memberikan seember air namun air itu kotor, juga tidak akan mampu menghilangkan dahaganya. Demikianlah memanfaatkan modal kedua ini YMP selalu mencermatinya terlebih dahulu. Modal spirit ini sendiri juga diterapkan oleh YMP. Ibu Ellena bercerita, pernah suatu waktu YMP mengalami masa krisis. Tidak ada program yang jalan, proposal pun tak kunjung dapat jawaban, saving juga sudah tidak aman. Sementara kebutuhan operasional YMP harus ditunaikan. Satu-satunya jalan adalah merelakan aset yang sudah ada untuk diterjemahkan dalam bentuk rupiah-rupiah demi menutupi kebutuhan sehari-hari. Pada saat itu, lanjut Ibu dua anak ini, YMP betul-betul dalam posisi terendah. Namun disitulah modal abadi YMP yakni modal spirit spiritual justru berperan, hanya dengan sebuah keyakinan bahwa ini semua adalah ujian, jika masa ini dapat dilewati tentu YMP akan naik kelas. YMP juga menyadari betul bahwa posisi terendah tidak sama dengan posisi terpuruk. Justru disaat mengalami posisi terendah, disitulah sebenarnya posisi tertinggi. Selaku contoh, sujud merupakan posisi terendah dalam shalat namun pada saat sujud justru disitulah letak kedekatan manusia dengan penciptanya. Ka’bah posisinya terendah, namun ka’bah menjadi bangunan paling mulia dan menjadi kiblat muslimin sedunia. Ketika berdoa, bermunajat, memohon kepada Allah dengan suara lirih, suara rendah maka itu akan menjadi doa yang memiliki nilai yang tinggi. Sehingga dengan modal spirit ini, kurang dari waktu yang dijanjikan, propasal disetujui, dana pun langsung cair dan aset-aset kembali lagi serta kebutuhan operasional sudah bukan menjadi masalah lagi. Demikianlah modal spirit ini menjadi begitu kuat dan pengalaman-pengalaman itulah yang selalu YMP ceritakan dan telurkan kepada masyarakat binaanya. Wajar jika semua staf dan semua warga binaan YMP memiliki nuansa yang sama, memiliki cara pandang dan sikap yang sama, memiliki spirit yang sama karena memang meyakini serta menjalankan hal yang sama. Modal Hati Modal abadi yang ketiga dari YMP adalah modal hati. Hati sesungguhnya menjadi raja bagi anggota tubuh lainnya. Hati ini juga menjadi kunci utama bagi fikiran seseorang yang kemudian akan menggerakkan orang tersebut untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Hal itulah yang diisyaratkan Rasulullah SAW dalam sabdanya: “sesungguhnya dalam diri seseorang ada segumpal daging, jika daging itu baik maka baiklah semuanya, namun jika daging itu rusak maka rusaklah semuanya dan ketahuilah bahwa segumpal daging itu ialah hati”. Demikianlah hati itu sumber segala sumber yang menentukan segala sesuatu. Hati sesungguhnya sumber segala kebaikan seperti yakin, komitmen dan lurus. Adapun sifat-sifat yang tidak baik seperti malas, ragu, berkhianat itu merupakan penyakitnya yang perlu diobati bahkan disarankan diamputasi penyakit-penyakit itu. Modal hati menjadi modal akhir YMP dalam membina masyarakat. Hal ini terus dipegang teguh oleh Ibu Ellena dan staf-stafnya yang lain. Semua itu tidak sia-sia, terbukti sekali dengan program STBM-SHAW lima pilar yang sedang berlangsung saat ini, dari pihak Simavi selaku pemilik program mengapresiasi YMP sebagai mitra yang paling sukses. YMP sendiri bermitra dengan Simavi untuk SHAW mulai tahun 2012 kemarin, artinya baru jalan satu tahun. Di Indonesia, SHAW Simavi sudah ada di 9 kabupaten dan kabupaten tersebut sudah mulai sejak 2010, jadi sudah 3 tahun yang berarti juga YMP menjadi adek yang paling kecil dalam urutan program, namun hasil evaluasi dari Simavi, mitra YMP lah yang terbaik kinerja dan pendekatannya kepada masyarakat. Mengapa ?, apa rahasianya ?. jawabannya dengan 3 modal yang sudah diuraikan diatas. Kami ulangi lagi hanya dengan 3 modal di atas. Modal hati ini juga mencerminkan 3 hal yang menjadi titik perhatian YMP, 3 hal tersebut yakni melalui input, proses dan output/hasil. Input mencakup perekrutan sumber daya dan penentuan desa binaan, proses termasuk didalamnya evaluasi dan review yang menjadi andalan dalam proses ini, sehingga dapat menelurkan hasil maksimal. Dari sisi input desa binaan, saat ini YMP lewat SHAW ada di 47 desa yang ada di 7 kecamatan. Walau YMP tidak memungkiri dari 47 desa tersebut, 10 desa terancam di delet dari program karena sampai saat ini 10 desa itu kepala desanya tidak melakukan apa-apa. Proses pun dimatangkan dengan melakukan komunikasi inten dengan pihak desa dan masyarakat sehingga tidak terjadi seperti pengalaman SHAW di Papua. Sedangkan hasilnya, saat ini YMP sudah punya 7 tutor untuk pembuatan kloset dan contoh kesuksesan SHAW di Desa Pringga Jurang Utara, Montong Gading yang dalam waktu dekat ini desa tersebut 100% warganya sudah memiliki dan menggunakan jamban dan mereka bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Itulah 3 peran modal yang dijalankan YMP saat ini, 3 peran modal pokok yang sangat mendasar yang tampaknya menjadi strategi kesuksesan YMP membina masyarakat dari modal fakta, modal spirit dan modal hati. YMP berharap, dapat menjadi sumber inspirasi bagi mitra lain di Indonesia. Semoga. Ellena bersama Bupati Lombok Timur Ali Bin Dachlan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Blogroll

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates