Social Icons

Pages

Kamis, 04 September 2014

THE WAY’s OF BAITUT TAMKIN FUTURE

Jalan jalan menuju masa depan Baitut Tamkin. Kurang lebih begitu maksud judul di atas. Tulisan ini bukan yang pertama penulis tulis, melainkan tulisan yang ada di tangan pembaca sekalian ini adalah tulisan yang kesekian kalinya penulis urai yang menjadi bagian dedikasi kecintaan dan pengabdian penulis terhadap program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis syariah yang salah satu tujuannya untuk pengentasan kemiskinan, Baitut Tamkin (BT). Tahun 2013 ini memasuki tahun ketiga pengabdian penulis untuk BT, bersama 20 orang pengelola angkatan pertama lainnya di NTB, yang kini sudah tidak utuh lagi karena sebagiannya memilih jalan (way) berbeda, terus melangkah hingga sampai pada arah tujuan yang ingin dicapai. Mereka yang memilih jalan berbeda tidak bisa kita salahkan sepenuhnya, bukan saja karena itu hak mereka tetapi juga mungkin minat, harapan serta pendapatannya di BT sudah tidak mampu lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya. Kita hargai dan fahami hal demikian, namun tentunya mereka yang memilih jalan berbeda, kita sangat menyayangkan sekaligus menyesalkannya. Bukan saja karena BT direpotkan untuk harus mencari SDM baru sebagai pengganti tetapi juga kita kehilangan keutuhan dan keretakan perjuangan. “SDM adalah aset termahal”. Demikian komentar salah seorang trainer BT. Alasan ekonomi menjadi pemicu utama dari perginya beberapa pengelola untuk menempuh jalan berbeda. Jelas jika coba dibandingkan pendapatan di BT dengan di tempat lain maka jelas juga berbeda dan jika ekspektasi (harapan) kesejahteraan BT tidak juga kunjung ditingkatkan maka tidak menutup kemungkinan akan menyusul lebih banyak lagi pengelola yang pergi untuk memilih jalan yang berbeda. Namun, apakah alasan ekonomi/kesejahteraan pengelola semata yang mendorong pemilihan jalan berbeda ? ataukah ada sebab lainnya ?. jawabannya tentu alasan kesejahteraan bukan alasan tunggal. Jika kita mencoba menelisiknya lebih dalam, maka akan muncul juga bibit penyebab yang lain seperti: sistem dan manajemen yang kurang baik, lingkungan kerja unit yang kurang kondusif, suasana kerja yang tidak nyaman, kebijakan yang kurang bijak, minimnya apresiasi dan ucapan terima kasih dari pimpinan, dan lain sebagainya. Segudang problem tersebut jika terus terpendam dan tidak adanya media penyaluran aspirasi maka akan menjadi bom waktu dan suatu saat bisa meledak hebat. Jika demikian, apa saja yang diperlukan saat ini untuk terwujudnya kondusifitas tersebut ?, itulah yang akan kita bahas sedikit lewat the way’s of Baitut Tamkin Future. Ibaratnya sekarang anda sedang berada di sebuah jalan tol, di kiri dan kanannya banyak persimpangan, ada pertigaan, perempatan, tikungan dan lain sebagainya. Jika anda memilih jalan lurus maka itulah jalan yang sesungguhnya yang akan menghantarkan anda sampai ke tujuan yang sebenarnya, jika anda memilih persimpangan maka anda tidak akan pernah sampai ke tujuan tersebut bahkan bisa jadi tersesat dan tidak tahu arah. Namun yang perlu anda ketahui jika memilih jalan lurus bahwa perjalanannya tidak semulus dan tidak semudah yang dibayangkan. Jalannya macet, polusi, banyak lampu merah dan polisi banyak berjaga yang selalu siap menilang anda setiap saat jika mencoba melanggar rambu-rambu lalu lintas ataupun tidak memiliki surat ijin mengemudi dan surat-surat kendaraan yang lengkap, jika anda termasuk bukan orang yang sabar dan siap berjuang maka jangan coba-coba pilih jalan lurus ini. Sebaliknya jika anda berbelok dan memilih jalan berbeda, maka tidak ada rintangan tetapi sekali lagi jalan berbeda tidak akan pernah menghantarkan anda pada tempat tujuan yang sama. Jalan lurus itulah jalan jurusan menuju sebuah tempat yang sudah disiapkan BT untuk anda para pengelola. Sebuah tempat yang dibangun khusus untuk para pejuang BT yang akan dicatat oleh sejarah dengan tinta emas pemberdayaan, yang insya Allah menjadi amal jariah yang akan terus mengalir meski jasad sudah terbaring dalam perut bumi, anda akan dikenang oleh generasi berikutnya yang akan selalu memuliakan dan mendoakan anda. Namun ingat, jalan BT adalah jalan yang penuh cobaan. Kerja full gaji kurang, istirahat sedikit kesehatan sering terganggu, masalah menumpuk penghargaan minim. Namun jika anda bertahan dan mampu bersabar, maka kesuksesan akan anda raih di BT, sekali lagi saya ulangi kesuksesan akan anda raih di BT. Saat ini memang tidak ada yang terlalu istimewa, tetapi memang yang namanya masa depan tidak dilihat hari ini melainkan dia terwujud nanti. Seorang teman pengelola berkata, saya sudah melihat masa depan yang begitu cemerlang di BT 5 tahun kedepan. Subhanallah, sebuah pandangan yang begitu penuh rahasia, namun sayang sebagian kita sudah dan akan memilih jalan berbeda dan hanya menjadikan BT sebagai batu loncatan. Sahabat, itulah dia jalan-jalan menuju masa depan BT. Masa depan yang cerah, namun ingat saat ini kita sedang berada dalam perjalanan itu, maka wajar godaan dan cobaanlah yang selalu dirasa, jenuh dan bosan sehingga ingin memilih jalan berbeda. Sahabat, masa depan adanya nanti bukan sekarang, sekarang kita sedang menjalani proses dan dimanapun yang namanya proses itu panjang dan butuh kesabaran dalam menjalaninya. Sahabat, bersabarlah dalam menjalani perjuangan bersama BT hingga nanti Allah akan membalasnya dengan balasan yang setimpal, tidak hanya di dunia ini tetapi juga di akhirat nanti. Sahabat, bukan dunia semata tujuan kita di BT tetapi yang lebih penting adalah akhirat lewat pengabdian kepada masyarakat dan itu setiap hari yang anda lakukan di BT. Melayani kebutuhan masyarakat, silaturahim, menasihatinya dengan Qur’an dan hadits, menegur jika mereka mulai tidak jujur, tidak disiplin dan tidak bertanggung jawab, tersenyum jika mereka bahagia, menangis jika mereka terkena musibah, mendoakan mereka, menjenguk bila sakit, melayat jika dia atau keluarganya meninggal. Bukankan semua itu adalah anjuran agama ?, jika penulis boleh mengatakan bahwa, sahabat bekerja di BT sama dengan mengamalkan 99% islam setiap harinya dengan sempurna. Suatu saat nanti, masyarakat yang akan melayani anda dan Dia yang di atas (Allah) akan memenuhi kebutuhan dan keinginan anda, bukan atasan anda. Sahabat, jika gaji adalah standar dan motivasi anda bekerja maka sesungguhnya nilai anda adalah tidak lebih besar dari rupiah yang anda terima. Seberapa lama sih kita hidup di dunia, paling lama hanya sampai 70 tahun bahkan jika mengikut nabi, umur kita hanya sampai 63 tahun. Sementara kita di alam kubur 7.000 tahun, padang mahsyar 50.000 tahun, akhirat (surga/neraka) selama-lamanya. Nah, manakah yang kita siapkan, yang hanya 70 tahun, yang 7.000 tahun, yang 50.000 tahun atau yang selama-lamanya ?, tolong dijawab ! ayo sekali lagi jawab dalam hati anda yang mana yang akan anda pilih kemudian siapkan ! bagus, tetapi penulis sarankan, pilihlah dan siapkan semuanya. Oleh sebab itu, bekerjalah dengan tulus maka dunia akhirat akan sahabat-sahabat dapat. Mulai dari sekarang tolong dipikirkan jalan mana yang akan anda pilih untuk masa depan anda kemudian buktikan pada keseharian anda di unit masing-masing dan jangan sampai memilih jalan yang berbeda atau jalan yang salah. Bukankah setidaknya 17 kali dalam sehari semalam anda berdoa “Ihdinasshiratal mustaqim. Ya Allah tunjukilah kami jalan-jalan kebaikan yang lurus”. Harapan penulis, the way’s of Baitut Tamkin Future bisa anda temukan, semoga !!!.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Blogroll

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates