Social Icons

Pages

Kamis, 04 September 2014

SEMUA ATAS DASAR CINTA

Semangat pagi sahabat-sahabat Tamkin, bagaimana kabar iman hari ini, semoga taqwa masih selalu dan terus menghiasi jiwa, lisan, fikiran dan perbuatan kita. Tulisan ini adalah yang kesekian kali dari sekian materi yang penulis rangkai, tulisan ini penulis tulis ketika berada di unit BTLB Lombok Barat. Di ruang tamu depan yang mungil, sambil ditemani segelas teh manis dan sebungkus crispy cracker, fikiran penulis tiba-tiba tersandung pada sebuah kata yang jika diperdengarkan didepan anak-anak maka akan membuatnya tersenyum meski belum mengetahui makna kata itu. Jika diperdengarkan di depan remaja remaji maka ia juga akan tersenyum manja membayangkan indahnya kata itu. Jika diperdengarkan di depan kakek nenek maka ia juga lagi-lagi ikut-ikutan tersenyum bahagia. Begitu juga jika kata itu diperdengarkan di depan orang kaya maupun miskin, orang yang lagi senang maupun lagi galau, orang yang lagi sehat maupun sakit, maka rata-rata kebanyakan akan bereaksi sama yakni sama-sama mendambakan datangya kata yang tulus itu. Ngomong-ngomong kata apakah itu ?, sabar sebentar lagi sahabat akan segera mengetahuinya atau coba tebak kata apa itu ? Yap, jawaban anda benar kata itu adalah cinta, yah sekali lagi cinta. Kenapa penulis menyuguhkan materi dalam buku ini tentang cinta, ya karena semua orang butuh cinta, seperti yang telah diuraikan di atas, semua orang ada karena dan untuk cinta. Eits jangan salah, yang penulis maksud disini bukan hanya cinta pada pasangan dan lawan jenis lho, tetapi cinta dalam artian yang luas. Coba lihat karya-karya besar seperti Taj Mahal di India, Candi Prambanan di Pulau Jawa, atau kisah-kisah romantic yang terjadi di sepanjang Sungai Nil di Mesir dan masih banyak lagi, atau bahkan kita pun terlahir ke dunia ini bahkan bisa bertahan hidup sampai sekarang ini karena cinta. Bayangkan jika ibu bapak kita tidak ada cinta diantara mereka maka kita tidak akan bisa sampai seperti saat ini. Baiklah, mengingat luasnya bahasan mengenai cinta maka penulis mengkhususkan untuk mengaitkan antara cinta dengan kerja di Baitut Tamkin. Penulis mau nanyak nih, sahabat-sahabat dulu masukkan lamaran kerja di Baitut Tamkin buat apa sih, maksudnya apa motivasinya ?. hayo jawab, jujur ya. Tuh kan, jawabannya beda-beda antara satu dan lainnya. Ada yang jawab hanya iseng-iseng, ada yang jawab untuk nyari duit, ada yang jawab untuk meniti karier bahkan ada juga yang jawab sekenanya, ya ketimbang nganggur masukin aja lamaran. Oke oke, itu tidak masalah apapun motivasi awal anda dulu masuk yang penting saat anda sudah masuk dalam keluarga besar Baitut Tamkin bagaimana anda bersikap dan menatap ke depannya untuk kemaslahatan bersama. Tak ayal, dalam bekerja di Baitut Tamkin kita butuh cinta. Bahkan jika boleh, bisa dikatakan inilah sumber energi utama kita karena bekerja dengan cinta akan membuat pekerjaan yang berat akan terasa ringan, yang sulit akan terasa mudah, yang jauh akan terasa dekat, yang sakit akan menjadi sehat. Penulis sering sampaikan di teman-teman pengelola bahwa suatu saat nanti pengelola akan merasakan nikmatnya PM, nikmatnya UK, nikmatnya LWK dan seterusnya. Kapan saat itu akan tiba, jika bekerja didasarkan atas cinta, cinta pada pekerjaan, cinta pada sesama pengelola, cinta pada ibu-ibu anggota majelis, sehingga kondisi itu dapat anda rasakan saat ini juga apabila anda menghiasi diri, hati dan semangat anda dengan cinta tepatnya cinta karena Allah, cinta hanya untuk mendapatkan ridho dan rahmat-Nya. Para pakar berkata, kekuatan cinta melebihi kekuatan badai tsunami yang mampu meluluh lantakkan Aceh dan sekitarnya. Nah jika demikian kekuatan cinta itu kita wujudkan dalam keseharian kita terutama di lingkungan kerja Baitut Tamkin. Jika cinta itu sudah melekat maka apapun godaan di luar, anda akan tetap bertahan di Baitut Tamkin namun jika cinta anda pada Baitut Tamkin sudah pupus maka tidak ada yang menarik di mata anda tentang Baitut Tamkin. Masih ingatkah arti salah satu doa penutup di al-ma’tsurat yang anda baca setiap pagi hari kerja ?, ya itu doa rabitah yang dimaksudkan untuk mengikat hati-hati kita agar tetap saling mencintai, mencintai pekerjaan. Jika sekali lagi cinta anda sudah pupus maka penulis sarankan agar lebih khusyu’ lagi pas membaca doa ini, jangan sambil bercanda apalagi tertawa dengan teman di samping duduk anda. Wassalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogroll

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates