Social Icons

Pages

Senin, 15 September 2014

RAHASIA DIBALIK KESUKSESAN YMP MENGGERAKKAN STBM 5 PILAR DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR

“ Dimana tempatnya dan mengapa mereka tertarik dengan apa yang sudah kami lakukan, padahal menurut saya ini biasa-biasa saja. Yang paling penting adalah bagaimana pasca pelatihan untuk keberlangsungan program “ (Ellena Khusnul Rachmawati). Ungkapan tersebut disampaikan Ellena Khusnul Rachmawati atau yang lebih akrab disapa Ibu Ellen, Direktur Eksekutif Yayasan Masyarakat Peduli (YMP) NTB di kantornya yang terletak di Kelurahan Rakam Kecamatan Selong Lombok Timur pada 29 Juni 2013. Kali ini, ia (ibu Ellen: red) berbagi tentang rahasia sukses menggerakkan STBM 5 pilar di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat yang tersebar di 7 kecamatan dan 47 desa wilayah program. kesuksesan YMP tersebut tidak hanya diakui oleh pemerintah daerah setempat, melainkan juga mendapatkan apresiasi tinggi dari Plan Internasional selaku lembaga yang telah melanglang buana untuk bidang pemberdayaan masyarakat khususnya STBM 5 pilar. Kesungguhan, kegigihan dan pantang menyerah merupakan semangat inti yang terus berkobar, yang tak kan pernah padam yang selalu ditularkan dan ditanamkan YMP kepada masyarakat binaan termasuk juga kepada para staf selaku pendamping. “Jangan pernah puas dengan apa yang sudah dicapai sekarang tetapi teruslah belajar untuk menjadi lebih baik”. Demikian ungkapnya dengan penuh menggebu. Kerja keras YMP tersebut ternyata tidak sia-sia, kesuksesan YMP menanamkan perubahan mindset kepada masyarakat agar selalu berbenah untuk perubahan tanpa berfikir materi mengemuka pada review mitra SHAW yang diadakan di Provinsi Papua beberapa bulan lalu. Bahkan Bapak Wakil Bupati Kabupaten Supiori setelah mendengar paparan kesuksesan YMP langsung menyatakan komitmennya untuk menganggarkan pelatihan para tukang pada APBD perubahan kabupaten untuk mendatangkan tukang hasil binaan YMP ke Kabupaten Supiori sebagai pelatih.”Selesai lebaran, kami akan mengirim 2 orang tukang untuk melatih ke Kabupaten Supiori dan Kabupaten Biak”. Timpal Nur Sakinah, sekretaris YMP yang diamini Ibu Ellena. Ibu Pam Minnigh selaku penanggung jawab Simavi untuk Indonesia, di banyak kesempatan juga selalu memberikan apresiasi terhadap kesuksesan YMP tersebut. Kesuksesan apa saja yang sudah diraih YMP dalam STBM 5 pilar dan apa saja rahasia suksesnya ?. Tulisan ini akan mencoba mengemukakannya untuk anda. Berawal dari komitmen YMP bahwa YMP akan terus belajar di tempat lain dan hasilnya akan diterapkan di YMP, maka pada Februari 2012 berangkatlah YMP ke Grobogan Jawa Tengah untuk belajar bagaimana caranya memproduksi kloset yang bagus. Tahun berikutnya, pada Januari 2013 YMP mengadakan pelatihan produksi kloset dengan tekhnik fiber glass. Pelatihan dilaksanakan di Gedung Juang Selong selama 7 hari dan pelatihnya langsung dari Grobogan. Peserta pelatihan sebanyak 47 orang yang berasal dari 47 desa karena satu desa diminta untuk mengirimkan satu orang delegasi. Pada hari pertama pelatihan, beberapa peserta mengeluh. Mereka mengatakan, pelatihan seperti ini sudah sangat sering kami ikuti dan semuanya sama saja, jika tidak dikasi modal maka tidak ada artinya. Terhadap persoalan ini YMP menanggapi dan dengan tegas mengatakan, jika ada peserta yang masih beranggapan seperti itu, maka YMP dengan hormat mempersilahkan peserta untuk keluar ruangan hari ini juga dan silahkan pulang, karena YMP memberikan pelatihan tujuannya bukan profit oriented, tetapi YMP menginginkan ada SDM yang lahir dengan memiliki keahlian profesional tanpa berfikir uang uang dan uang. Uang akan datang dengan sendirinya jika kita terus bekerja keras dan memberikan hasil yang terbaik untuk semua orang. “Jika ingin mendapatkan yang lebih, maka beri juga sesuatu yang lebih”. Ungkap Ibu yang pernah tampil di acara Kick Andy ini. Peserta pelatihan akhirnya menyadari dan menerima apa yang disampaikan YMP. Pada pelatihan tersebut, para calon tukang dibekali dengan pengetahuan dan keahlian seputar pembuatan kloset, bahannya, jenis dan ukuran campurannya hingga proses pembuatan dan sistem pemasarannya. Sebelumnya YMP telah bergerilya ke toko-toko bangunan yang ada di Kabupaten Lombok Timur untuk survey harga bahan sehingga selesai pelatihan para peserta sudah mendapatkan gambaran harga bahan dan dimana mereka beli dan tidak ada lagi alasan bagi peserta untuk tidak mengimplementasikan apa yang sudah didapatkan di pelatihan. Pasca pelatihan, peserta dikembalikan ke tempat tinggal masing-masing dan membentuk paguyuban di tingkat kecamatan, satu kecamatan satu paguyuban. Total jumlah paguyuban yang dibina YMP sebanyak 7 paguyuban yang ada di Kecamatan Keruak, Kecamatan Sikur, Kecamatan Montong Gading, Kecamatan Sukamulia, Kecamatan Pringgasela, Kecamatan Aikmel dan Kecamatan Sembalun. Mereka memberikan nama masing-masing untuk paguyubannya yang namanya berbeda dengan paguyuban yang lain. Di Kecamatan Montong Gading misalnya dengan nama Paguyuban Gading Mas, Sembalun dengan nama Paguyuban Sambang Santri, dan lainnya. Semangat yang terbangun di antara paguyuban adalah semangat berbagi. Mereka tidak takut mengajarkan keahliannya kepada yang lain, melainkan prinsip mereka dengan berbagi satu ilmu maka mereka akan mendapat dua ilmu. Yang dibudayakan adalah learning horizontal atau belajar setara. Masing-masing paguyuban setelah implementasi ternyata menemukan campuran yang berbeda karena di Kecamatan Sembalun misalnya yang notabenenya beriklim dingin, tidak bisa disamakan dengan campuran yang ada di Kecamatan Keruak yang cuacanya panas. YMP pun aktif melakukan review dan evaluasi mingguan dan bulanan bersama paguyuban dan hasilnya fantastis, kloset buatan paguyuban kualitasnya lebih bagus dari hasil pelatihnya sendiri yang dari Grobogan. Seperti pengalaman Paguyuban Gading Mas yang ada di Desa Pringga Jurang Utara Kecamatan Montong Gading misalnya, setelah menemukan formula yang tepat untuk campuran fiber glass dan hasil produksi klosetnya sangat bagus, mereka kebanjiran orderan. Bupati Lotim saja memesan hingga 790 buah kloset untuk dibagikan ke Kecamatan yang lain, 300 kloset diboking oleh kepala desa lewat Alokasi Dana Desa (ADD) tahap pertama, belum lagi yang dipesan Kecamatan Sembalun dan kini Paguyuban Gading Mas sudah bekerjasama dengan UD Sinar Dewi yang ada di Pringga Jurang Utara untuk dijual hasil produksinya di toko tersebut. Kesuksesan Pringga Jurang Utara dalam menggerakkan STBM 5 pilar terutama pilar pertama, tentunya bukan sesuatu yang didapatkan dengan mudah dan sendiri, melainkan kesuksesan itu mereka raih karena kegigihan dan tekad yang bulat dalam memberikan hasil yang terbaik kepada masyarakat, apalagi YMP selaku pendamping selalu memberikan motivasi kepada mereka bahwa dengan menghasilkan yang terbaik maka kita mampu memberikan yang terbaik pula kepada orang lain. Terlebih lagi, dukungan dari pemerintah desa sangat besar. Hasbialloh selaku Kepala Desa Pringga Jurang Utara tidak tanggung-tanggung mengalokasikan 20% dari ADD untuk subsidi kloset kepada masyarakat kurang mampu di desanya. “Pak kepala desa sangat respon dengan program ini dan beliau mensuport kami secara materi dan lainnya, sehingga targetnya akhir Agustus 2013 mendatang 100% warga sudah memiliki kloset dan mereka terbebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS)”. Ungkap M Agus Rahmatullah, sekretaris Paguyuban Gading Mas pada salah satu kesempatan wawancara dengan knowledge manajemen program. Kesuksesan yang serupa juga terjadi dengan 6 paguyuban lainnya. Mereka terus berkarya, bahkan isteri-isteri mereka juga ikut membantu dalam proses finishing produksi sehingga para isteri juga mendapatkan hasil Rp. 10.000 per klosetnya. Tidak hanya para isteri tukang, masyarakat dan pemuda setempat juga bisa ikut bekerja, jadi dengan adanya STBM-SHAW ini selain merubah perilaku masyarakat menjadi lebih sehat juga mampu menciptakan lapangan kerja dan mampu mencetak wirausahawan baru. Tetapi dalam perjalanannya, jika sesuatu sudah besentuhan dengan proses produksi selalu muncul peluang dan tantangan. Peluangnya berupa keberluasan manfaat dan tantangannya yakni permodalan, paguyuban butuh modal yang cukup besar agar bisa berproduksi dalam skala besar, terlebih lagi data dari Dinas Kesehatan menunjukkan, Lombok Timur butuh ratusan ribu kloset lagi jika asumsi dihitung dari jumlah data warga atau rumah tangga yang belum memiliki jamban, itu juga menjadi peluang pangsa pasar yang potensial bagi paguyuban. Tetapi YMP tidak berhenti sampai disitu, YMP lewat devisi baru yang dibentuknya yakni devisi keuangan akan memfasilitasi paguyuban-paguyuban untuk mengakses permodalan bagi paguyuban dalam bentuk uang maupun dalam bentuk barang/bahan produksi. Oleh sebab itu YMP menggandeng Tazkia Micro Finance Center (TMFC), salah satu lembaga consulting milik Tazkia Group pimpinan Dr. Muhamad Syafi’i Antonio, M.Ec yang berpusat di Sentul City Bogor Jawa Barat. Agustus mendatang akan diadakan pelatihan keuangan skala mikro untuk staf YMP. Hal ini dimaksudkan agar paguyuban dapat terus berproduksi dan tidak berfikir lagi tentang sumber permodalan karena YMP berkeyakinan bahwa, produksi marketing sanitasi adalah salah satu langkah untuk percepatan STBM 5 pilar khususnya pilar pertama. Tidak hanya pilar pertama, tetapi juga YMP terus melaksanan 4 pilar lainnya seperti pendirian bank sampah, pembuatan buis beton sampah, keramik filter, nazafa, saringan pasir lambat, sodis untuk mendapatkan air bersih siap minum dan sebagainya. Oleh sebab itu, dalam rangka lebih mempopulerkan STBM 5 pilar YMP akan bikin leaflet dan roadshow dalam rangka untuk mengkampanyekan STBM 5 pilar ke kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Akhirnya, kesimpulan akhir ada di pembaca tentang rahasia sukses YMP mengembangkan STBM 5 pilar baik dari sisi semangatnya, motivasi, cara kerja, sistem yang dibangun, serta bagaimana YMP menggerakkan para anggota paguyuban dan mengoptimalkan fungsi 5 komponen STBM yakni komponen STBM, marketing sanitasi, sanitasi seloid, air bersih dan knowledge manajemen. Cita-cita besar YMP adalah menghantarkan Lombok Timur untuk memiliki ikon produksi khas yakni kloset murah berkualitas. Jika orang ingin mendapatkan kloset murah berkualitas dan ingin mengadakan pelatihan bagaimana cara membuat kloset murah namun memiliki kualitas tinggi maka referensinya adalah Lombok Timur dimana YMP sebagai pelopornya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Blogroll

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates