Social Icons

Pages

Minggu, 07 September 2014

PROGRAM AIR BERSIH DI DESA KEMBANG KUNING

Berikut kami sampaikan hasil wawancara dengan pemerintah Desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur terkait sejarah desa dan sejarah air serta program-program yang sudah masuk desa terkait air bersih hingga perkembangannya saat ini. Selain itu juga di sini akan disajikan cita-cita ke depan untuk membangun dan mengelola bendungan setempat sebagai sarana pariwisata dan peningkatan ekonomi masyarakat desa. SEJARAH DESA Desa Kembang Kuning merupakan desa lama yang waktu itu merupakan pemekaran dari Desa Kotaraja. Kepala desa pertama dijabat oleh H. Muh Yamin dengan H. Fauzan sebagai sekdesnya, waktu itu sekdes disebut jaksa dan satu desa satu keliang (sekarang kadus). Kepala desa yang kedua adalah Lalu Muhur yang menjabat 18 tahun sebagai kepala desa. Kepala desa ketiga adalah H. Lalu Sujian, dua periode menjabat sebagai kepala desa. Kepala desa keempat (sekarang) adalah Lalu Wiranom yang saat ini sudah memimpin Desa Kembang Kuning baru 2 tahun 2 bulan. Tahun 2011 Desa Kembang Kuning dimekarkan menjadi dua desa yakni Desa Kembang Kuning dan Desa Jeruk Manis. Desa Jeruk Manis terdiri dari 4 dusun dan Desa Kembang Kuning terdiri dari 3 dusun. Dusun yang ada di Desa Kembang Kuning yakni Dusun Benteng, Dusun Benteng Utara dan Dusun Kembang Kuning. Jumlah penduduk Desa Kembang Kuning saat ini sebanyak 1.599 jiwa yang terbagi ke dalam 577 kk dan 423 rumah dan tersebar di 12 RT. Mata pencaharian penduduk 85% petani dan sisanya terdiri dari PNS, guru, buruh, tukang ojek dan PJTKI. SEJARAH AIR Setidaknya ada 4 mata air yang terdapat di Desa Kembang Kuning antara lain: mata air Bawak Goak, mata air Pengempel Burung, mata air Borok Berit dan mata air Kembang Kuning. Tiga dari empat mata air tersebut sudah dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan warga desa dan sebagiannya lagi dimanfaatkan oleh warga luar desa. Sementara mata air Kembang Kuning belum termanfaatkan sehingga terbuang percuma ke sungai. Secara umum, warga Desa Kembang Kuning kebutuhan air bersihnya sudah terpenuhi namun untuk pemerataan yang masih diperlukan karena ada beberapa RT yang masih menggali sumur untuk kebutuhan air bersih mereka. Ada beberapa program yang terkait air bersih sudah masuk di desa ini, program-program tersebut antara lain: Program Unicef Dimulai pada tahun 1976, program ini merupakan program perdana yang masuk ke Desa Kembang Kuning. Bantuan yang diberikan berupa pipa besi berdiameter 6 inchi beserta dibuatkan reservoir dan bak bagi di masing-masing RT. Pada waktu itu kebutuhan air bersih di Desa Kembang Kuning bisa terpenuhi, namun seiring dengan berjalannya waktu, saat ini pipa tersebut sudah berkarat dan di tempat sambungan pipa sudah lapuk sehingga dikhawatirkan warga terganggu kesehatannya. Program Unicef ini diambilkan dari mata air Bawak Goak. Program WSLIC Program WSLIC masuk pada tahun 2002 yang diperuntukkan untuk 2 dusun yakni Dusun Benteng dan Dusun Benteng Utara, pipa yang diberikan sepanjang 1 km dengan diameter 3 inc pipa standar SNI. Program WSLIC waktu itu diketuai oleh H. Lalu Sukadi, program ini dibawah koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur. Setelah program WSLIC masuk, pipa dari program Unicef dikhususkan untuk Dusun Kembang Kuning. Program WSLIC diambilkan dari sumber mata air Pengempel Burung. Sampai saat ini warga di dua dusun tersebut masih memanfaatkan jaringan dari program WSLIC tersebut namun belum semua RT bisa menikmati program ini.   Program PNPM Mandiri Perkotaan Untuk melengkapi kebutuhan air bersih warga, pemerintah desa melalui PNPM Mandiri Perkotaan pada tahun 2008 menganggarkan untuk pengadaan jaringan yang terdiri dari reservoir dan pipa sepanjang 1.300 m. Penanggung jawab program ini ditangani langsung oleh Kepala Desa Kembang Kuning Lalu Wiranom. Sumber diambilkan dari mata air Borok Berit. Meski sudah terbilang banyak program air bersih yang sudah masuk ke Desa Kembang Kuning namun belum bisa merata warga yang bisa menikmati air bersih dari program tersebut, terutama warga yang ada di Dusun Benteng masih menggali sumur. Kedalaman sumur pun bervariasi, ada yang kedalaman 5 meter sudah ada airnya namun ada juga yang sudah menggali sampai belasan meter baru menemukan air. Warga mengharapkan akan ada program lagi yang masuk ke desanya agar pemerataan air bersih dapat diwujudkan di desa ini dan manfaatnya dapat dirasakan oleh semua warga tanpa kecuali. Terlebih lagi cita-cita desa jika air ini sudah merata akan dibuat PAMDes dan bila memungkinkan air mineral akan diproduksi di desa ini. Bintang Selaparang Selain program dari lembaga donor, Desa Kembang Kuning juga pernah mendapatkan hadiah Bintang Selaparang dari Bupati Lombok Timur berupa 100 buah water meter. Tetapi karena jaringannya tidak ada maka sampai saat ini water meter tersebut tidak pernah dipakai bahkan sudah rusak dan sebagiannya lagi sudah dijual oleh warga. Cita-cita Membangun Bendungan Ada hal menarik yang bisa dikembangkan di Desa Kembang Kuning yakni pembangunan bendungan. Diyakini jika bendungan ini bisa terwujud akan berdampak besar terhadap peningkatan ekonomi warga sekitar, sebab bendungan ini akan bisa menjadi ikon pariwisata di Desa Kembang Kuning. Selain itu juga warga bisa memelihara ikan lewat sistem Keramba Jaring Apung (KJA). Namun untuk membangun bendungan ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit, minimal 10 milyar dana yang harus disiapkan. Demikian hasil analisis dari Dinas PU Lombok Timur bersama BWS. Pemerintah Desa Kembang Kuning memiliki keseriusan untuk mewujudkan pembangunan bendungan ini karena bukan hanya warga Kembang Kuning saja yang akan menikmati manfaatnya tetapi masyarakat luar desa juga bisa menikmati seperti masyarakat yang ada di Lendang Nangka maupun yang adi di Sikur. Selain itu bendungan ini juga dapat mensuplai air ke bendungan Pandan Duri yang akan dibangun untuk kebutuhan air masyarakat Lombok Timur bagian selatan. Pemerintah desa sudah memasukkan usulan ke BWS pada April 2013 lalu namun belum ada respon. Selain untuk pariwisata dan ekonomi, bendungan ini juga nantinya dapat memancing munculnya mata air baru di sekitar bendungan sebab dahulu banyak mata air di sekitar lokasi pembangunan bendungan ini namun karena sering terjadi kekeringan, mata air ini sekarang hilang. Untuk diketahui bendungan ini berada di Dusun Benteng. Bendungan ini memiliki panjang sekitar 500 meter dan lebar 200 meter. “Ini adalah cita-cita besar kami yang mungkin akan berwujud dalam waktu lama namun hal ini kami harapkan menjadi pemicu semangat semua warga desa untuk terus mempersiapkan diri jika suatu waktu pembangunan bendungan ini akan benar-benar terwujud”. Pungkas Lalu Wiranom.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Blogroll

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates