Social Icons

Pages

Senin, 15 September 2014

MENGGERAKKAN STBM 5 PILAR DI KALIJAGA SELATAN

Desa kalijaga Selatan merupakan salah satu Desa di Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur yang didefinitifkan pada tanggal 22 Juni 2004 sesuai dengan peraturan daerah (Perda) nomor 5 tahun 2004 tentang pembentukan Desa Kalijaga Selatan. Desa Kalijaga Selatan memiliki luas wilayah 162,289 Ha, dengan jumlah penduduk 2.778 jiwa yang terbagi ke dalam 858 kk dan tersebar di 4 Dusun yakni Dusun Menak Utara, Dusun Menak, Dusun Baru Utara dan Dusun Baru. Terkait dengan perkembangan STBM 5 pilar, Kalijaga Selatan sudah tidak diragukan lagi. Tidak tanggung-tanggung, STBM 5 pilar sudah menjadi bagian dari visi misi Desa dimana visi misi tersebut terdapat 4 poin yakni mewujudkan masyarakat yang kompak, masyarakat yang aman, masyarakat yang sehat dan masyarakat yang sejahtera. Untuk menertibkan STBM 5 pilar, maka dituangkan dalam peraturan desa (Perdes) Kalijaga Selatan nomor 06 tahun 2012 tentang larangan buang sampah sembarang tempat dan perdes Kalijaga Selatan nomor 07 tahun 2012 tentang larangan buang air besar sembarangan. Demikian disampaikan Kepala Desa Kalijaga Selatan, Akwan saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu. Dikatakannya, untuk mensukseskan STBM 5 pilar di desanya, dirinya bahu membahu dengan semua unsur pemerintahan desa hingga dusun termasuk juga dengan sanitarian Puskesmas. Saat ditanya tentang kondisi masyarakat pada saat sebelum masuk program dengan setelah masuk program, kades pertama ini mengungkapkan bahwa masyarakat Desa Kalijaga Selatan sebelum masuk program STBM 5 pilar, masyarakat sudah mengenal program jambanisasi yang digaungkan oleh pemerintah Desa karena jambanisasi ini sendiri menjadi bagian dari visi misi Akwan pada saat masih menjadi kandidat calon kepala desa 2 tahun lalu dan ketika dinyatakan dirinya terpilih, jambanisasi menjadi program perdana yang ia luncurkan ke masyarakat. Tetapi dalam perkembangannya, program jambanisasi ini mengalami hambatan disebabkan rendahnya tingkat ekonomi masyarakat sehingga tidak mampu untuk membuat MCK, kurangnya lahan untuk lokasi jamban disebabkan padatnya rumah penduduk dimana pada waktu perencanannya pembangunan rumah tersebut tidak dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi, serta kendala yang ketiga yakni masih kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup bersih dan sehat, sehingga masih banyak yang BAB di pinggir jalan dan di parit-parit dekat rumah mereka. Namun setelah masuknya program STBM 5 pilar dan setelah pemicuan oleh tim dari YMP yang bekerjasama dengan sanitarian Puskesmas, Pemerintah Desa dan para tokoh dan kader maka masyarakat sudah mulai sadar tentang pentingnya 5 pilar bagi kesehatan diri dan keluarganya dan program ini diterima dengan sangat baik oleh masyarakat. “setelah ada pemicuan dari tim YMP barulah masyarakat kami mengerti dan sadar, dulu kami kesulitan dalam sosialisasi karena keterbatasan media dan sarana. Untunglah YMP masuk dan bersama-sama kami gerilya mengkampanyekan STBM 5 pilar ke masyarakat dan hasilnya alhamdulillah sukses”. Kenangnya. Tidak tanggung tanggung, pemerintah Desa menganggarkan 200 kloset dari ADD beserta diberikan semen gratis kepada masyarakat kurang mampu sebagai bentuk perhatian dan keseriusan desa untuk stop BABS. Selain itu saat ini sedang dibangun MCK umum di 4 dusun dengan anggaran dana masing-masing sebesar 2,5 juta per MCK untuk 3 tempat dengan 2 kloset dan satu MCK dianggarkan 25 juta dengan jumlah 6 kloset. Sosialisasi pun makin gencar dilakukan, di setiap acara dan kesempatan kepala desa selalu menyampaikan STBM 5 pilar diikuti oleh para tokoh agama setempat saat ceramah dan khutbah jumat juga selalu diselipkan tentang 5 pilar. Bahkan dalam waktu dekat ini akan diadakan lomba pidato untuk pemuda dengan tema 5 pilar yang dirangkaikan dengan safari ramadhan di 3 masjid di Kalijaga Selatan khusus dengan tema STBM 5 pilar. Alhasil, dalam kurun waktu satu tahun berjalan setelah deklarasi dan pembentukan pengurus STBM 5 pilar tingkat desa pada 1 Desember 2012 lalu, tingkat kesadaran memakai dan memiliki jamban dari sebelum pemicuan yakni sekitar 70% warga yang belum punya maka kondisi terakhir saat ini setelah pemicuan yang belum memiliki jamban berkisar hanya 30% saja rumah tangga yang belum memiliki jamban, artinya tingkat pertumbuhan kepemilikan jamban di Desa kalijaga Selatan mencapai 40%. Selain pilar pertama, pilar yang masih perlu terus ditingkatkan menurut Akwan adalah pilar tentang pengelolaan sampah karena masih terkendala kendaraan pengangkut sampah dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah. Namun dikatakannya pihaknya saat ini sudah bersurat ke Puskesmas setempat agar diberikan mobil yang nantinya dapat digunakan sebagai pengangkut sampah selain untuk keperluan kesehatan lainnya. Untuk menjaga kondisi masyarakat agar tetap dalam menjaga 5 pilar STBM meski program sudah berakhir dan YMP sudah tidak mendampingi lagi diakui dirinya tidak terlalu kesulitan karena STBM 5 pilar sendiri sudah masuk dalam visi misi desa serta sudah tertuang dalam peraturan desa (Perdes) dan moto Desa Kalijaga Selatan sendiri yakni, Mewujudkan Masyarakat Kalijaga Selatan yang BERSERI (Bersih, Sehat, Rapi dan Indah), sembari dirinya mengharapkan YMP sebelum habis kontrak nanti memberikannya materi-materi dan buku-buku petunjuk tekhnis tentang STBM 5 pilar dan pendampingannya lebih intensif lagi. “saat ini kami masih sangat membutuhkan YMP mendampingi sambil memberikan pendalaman-pendalaman materi agar pihak kami bisa lebih mantap juga pendampingannya ke masyarakat supaya kondisi masyarakat tetap sehat karena hidup sehat itu merupakan kebutuhan sekaligus hak setiap orang”. Pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Blogroll

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates