Social Icons

Pages

Senin, 15 September 2014

LOTIM SABET JUARA SATU SANITASI SEKOLAH TINGKAT PROVINSI BERKAT YMP

Setelah puluhan tahun merindukan gelar akhirnya pada Mei 2013, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Lombok Timur mendapatkan juara satu tingkat provinsi untuk penilaian sanitasi tingkat sekolah atau istilah lainnya UKS (Unit Kesehatan Sekolah). Hasil tersebut dapat terwujud setelah bidang pora bekerjasama dengan YMP. “Dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun kami sukses meraih juara satu lomba sanitasi sekolah berkat keterlibatan YMP sebagai lembaga partner pemerintah”. Demikian disampaikan Yusron, staf bidang pora pada dinas pendidikan Kabupaten Lombok Timur saat ditemui di kediamannya di Rakam pada Ahad (6/10/13) kemarin. Dirinya melanjutkan bahwa saat ini Dikpora Lotim sedang menunggu pengumuman juara untuk lomba sanitasi sekolah tingkat nasional. Kesuksesan tersebut karena YMP mampu mensinergikan lintas sektoral yang ada di pemerintahan antara Dikpora, Dikes dan Depag yang hal itu belum bisa dilakukan pemerintah daerah selama ini. “kami sangat terbantu dengan keberadaan YMP”. Akunya. Sebagaimana diketahui bahwa Dikpora saat ini sedang melakukan pilot project sanitasi sekolah bersama YMP di 123 sekolah yang tersebar di 7 kecamatan yang meliputi Kecamatan Pringgasela, Sembalun, Keruak, Sikur, Sukamulia, Suralaga dan Kecamatan Suela. Untuk keberlanjutan program tersebut, Pora dan YMP telah membentuk panitia kecil yang fungsinya mengontrol perkembangan setiap tahapan program, panitia tersebut diambil 2 orang dari Dikpora, 2 orang dari Depag, 2 orang dari Dikes dan 2 orang dari YMP. Diharapkan 2 sekolah saja yang mampu melaksanakan sesuai dengan hasil sosialisasi dari STBM, maka Lombok Timur bisa dikatakan berhasil dalam sanitasi sekolah. Penilaian sanitasi sekolah tersebut tidak hanya mencakup lingkungan dalam sekolah saja seperti kebersihan MCK, kebersihan siswa sendiri, ruang kelas, ruang guru, ruang UKS, adanya apotek hidup dan irigasi sekolah melainkan juga sejauh mana dampaknya bagi lingkungan masyarakat sekitar dengan jarak radius 50-100 meter dari sekolah. Kesuksesan kerjasama Pora dengan YMP tersebut tidak terlepas dari peran sang Direktur cantik, Ellena Khusnul Rachmawati. Bagi Yusron Ibu Ellena (sapaan akrabnya: red) adalah figur yang sangat-sangat cocok untuk digugu dan ditiru karena ia sangat respon, peduli dan gesit. “Ibu Ellena itu orang yang ihlas dan cerdas”. Tutur bapak yang sudah 32 tahun mengabdi di bidang Pora ini. Yusron mengakui sudah lama mengenal sosok Ellena terlebih lagi setelah Ellena tampil di acara Kick Andy – Metro tv. “saya sudah lama mengenal Ibu Ellena tetapi Ibu Ellena sendiri mengenal saya baru 2 tahun terakhir ini setelah STBM dimulai di sekolah-sekolah”. Pungkasnya. Selama STBM dimulai di tingkat sekolah, Yusron mengakui masih ada kendala yang dihadapi meskipun kendala tersebut tidak terlalu berarti. Kendalanya adalah masih ada beberapa kepala sekolah yang mengira bahwa program ini adalah proyek dan uangnya banyak. Tetapi setelah dijelaskan oleh Ibu Ellena mereka mengerti bahwa YMP datang bukan membawa uang tetapi YMP datang dengan membawa spirit dan kesadaran bahwa kebersihan lingkungan menjadi sangat penting untuk kesehatan. Oleh sebab itu, para kepala sekolah telah sepakat mengalokasikan sebagian dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk mensuport kegiatan STBM di sekolah masing-masing namun sebelumnya melalui prosedur yakni pihak sekolah mengajukan ke Dikpora selanjutnya pihak Dinas akan mengusulkannya ke DPR untuk kemudian disahkan dan diketok palu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Blogroll

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates