Social Icons

Pages

Minggu, 07 September 2014

KAJIAN PEREKONOMIAN DESA MAMBEN BARU DALAM UPAYA PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI MASYARAKAT

A. LATAR BELAKANG Desa merupakan bagian terkecil dari sistem pemerintahan yang sekaligus menjadi tulang punggung perekonomian suatu daerah. Kesuksesan masyarakat desa merupakan kesuksesan sebuah negara. Jika ada satu desa sukses menjadi desa mandiri, kemudian kesuksesan tersebut bisa ditelurkan ke desa lainnya maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang mandiri pula. Selain kesuksesan, di desa juga tempat bersarangnya berbagai macam konflik (masalah) dan kepentingan. Hal ini juga yang menyebabkan efektifitas pemberdayaan bagus untuk dikembangkan di tingkat desa. Program pemberdayaan yang selama ini dilakukan Yayasan Masyarakat Peduli (YMP) seperti STBM 5 Pilar adalah berbasis desa, karena memang desa menjadi bagian kewilayahan yang memiliki karakteristik dan ciri khas yang sangat kental dimana kearifan lokal (local wisdom) dapat dikembangkan dan menjadi norma di dalam lingkup masyarakat desa tersebut. Salah satu kearifan lokal itu yakni yang menyangkut masalah potensi desa. Potensi desa itu mencakup sumber daya alam dan sumber daya manusia (SDA SDM) yang dapat digerakkan untuk tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat (kemandirian ekonomi). Namun terkadang disayangkan, desa yang bersangkutan belum mengetahui potensi yang ada di sekitar mereka atau desa belum mampu mengoptimalkan potensi yang ada untuk tercapainya kesejahteraan tersebut. Untuk mengetahui dan mendukung potensi desa maka perlu dilakukan kajian mendalam dan komprehensif tentang potensi suatu desa. Kajian tersebut bisa dilakukan oleh pemerintah desa ataupun lembaga atau yayasan luar yang memiliki kepedulian untuk itu. YMP sejak berdirinya didedikasikan untuk senantiasa mendampingi masyarakat ataupun pemerintahan desa dalam menggali potensi yang ada di suatu desa ataupun dalam upaya mencapai pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat salah satunya ketersediaan air bersih. Oleh sebab itu, kali ini YMP akan mencoba melakukan kajian pada sektor perekonomian berbasis kewilayahan desa dengan judul “Kajian Perekonomian Desa Mamben Baru Dalam Upaya Pemenuhan Kebutuhan Dasar Menuju Kemandirian Ekonomi Masyarakat”. B. SEJARAH DESA MAMBEN BARU Desa Mamben Baru merupakan desa pemekaran dari desa induknya Desa Mamben Lauq. Resmi menjadi desa otonom pada tahun 2011 setelah melalui proses yang cukup panjang sehingga dinyatakan resmi menjadi desa yang mencakup 4 wilayah dusun yakni Dusun Dasan Paok, Dusun Sukadamai, Dusun Orong Rantai Lauq dan Dusun Orong Rantai Daye. Desa Mamben Baru memiliki 3.847 jiwa penduduk yang terbagi dalam 948 kk (sumber: data Desa Mamben Baru tahun 2013). Tanggal 10 Juni 2012 menjadi momen yang tidak akan dilupakan oleh warga Desa Mamben Baru. Betapa tidak, pada hari itu dilangsungkan pemilihan pertama kepala desa yang juga menandakan babak baru bagi kebangkitan dan tonggak sejarah baru bagi desa yang baru tumbuh ini. 4 orang calon kandidat dari golongan tua dan golongan muda bersaing ketat dalam bursa pemilihan yang cukup menegangkan. Hari itu juga sekaligus membawa nama Kamaluddin sebagai kepala desa terpilih untuk memimpin Desa Mamben Baru periode enam tahun kedepan. Resmi dilantik pada 10 Juli 2012, dihadapan ratusan tamu undangan dan warga desa, bapak 3 anak ini mengucapkan sumpah jabatan agar senantiasa mengabdikan dirinya untuk masyarakat. Dipundaknyalah, harapan dan cita-cita ribuan warga Desa Mamben Baru bergantung. Kamaluddin diharapkan menjadi pencetak sejarah baru untuk masa depan desa yang lebih baik dengan mengobarkan semangat baru sesuai dengan namanya Mamben Baru. Sekilas Sosok Kamaluddin Kamaluddin adalah nama yang ia sandang sejak kecil. Lahir dari pasangan keluarga sederhana dan taat beragama. Didikan kedua orang tuanya itulah yang membentuk karakternya hingga ia dewasa dan menjadi laki-laki sejati dengan kepribadian matang. Serba kesederhanaan, itulah kesan pertama yang didapatkan dari sosok ini bagi siapa saja yang pernah berkunjung ke tempat tinggalnya. Tinggal di rumah sederhana yang ukurannya tidak terlalu besar, berdinding pagar beratapkan asbes putih dengan hiasan alang (lumbung) mungil bertiang empat berdiri anggun dalam usianya yang sudah cukup antik. Halaman rumahnya yang luas penuh ditumbuhi buah-buahan seperti mangga, jambu, sawo, rambutan dan lainnya. Di samping rumahnya, hamparan sawah yang dijejali tanaman tembakau siap panen menambah khasnya suasana perdesaan. Terpilihnya Kamaluddin menjadi Kepala Desa Mamben Baru sebenarnya diluar keinginan dirinya. Kamaluddin mengungkapkan dirinya tidak berminat dan tidak ingin menjadi pimpinan, namun setelah didesak oleh tokoh-tokoh setempat akhirnya dirinya bersedia dicalonkan. Dari administrasi pencalonan hingga biaya pendaftaran ditanggung oleh masyarakat yang menginginkan dirinya maju sebagai calon kepala desa. Walhasil, kerja keras para sukarelawan tim pemenangannya tidak sia-sia. Kamaluddin terpilih sebagai kepala desa menyingkirkan 3 kandidat lainnya. Kini sudah 2 tahun Desa Mamben Baru berada dalam kepemimpinannya. Upaya untuk membangun desa ini memang dinilai wajar cukup berat karena semuanya dimulai dari nol. Tetapi bukan Kamaluddin namanya jika harus menyerah dan berkeluh kesah, semua tantangan pembangunan itu ia jadikan sebagai peluang untuk lebih mematangkan sikap, pemikiran serta ide-idenya sebagai seorang pemimpin. Dirinya mencoba menggandeng semua pihak dan stakeholder baik di tataran pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, salah satunya mendatangkan program tekhnologi bio gas dari kementerian energi dan sumber daya mineral (ESDM). Selain mengurus desa Kamaluddin juga tidak pernah melupakan peran dan tanggung jawabnya sebagai seorang kepala keluarga untuk memberikan nafkah dan kebutuhan pendidikan anak-anaknya. 3 anaknya saat ini ada yang masih duduk di bangku SMA, ada yang sudah lulus akademi kebidanan dan yang paling besar sebentar lagi akan menyandang gelar sarjana dari IKIP Mataram. Kamaluddin juga adalah sosok pekerja keras dan menjadi teladan bagi warga desanya. Waktu senggang yang tersedia selalu ia isi dengan bertani dan beternak sapi. C. AKTIFITAS MASYARAKAT Aktifitas warga Desa Mamben Baru sebagian besar adalah petani, peternak dan buruh tani. Sebagiannya lagi berdagang dan ada juga yang menjadi pegawai. Pertanian menjadi andalan sebagian besar warga dengan menanam padi, tembakau jagung dan palawija. Jika menjelang musim panen padi tiba, hamparan kuning keemasan membentang dari ujung desa ke ujung desa lainnya begitu juga pada musim tanam tembakau dan palawija. Bentangan nan hijau bak hamparan permadani yang menjadi tumpuan harapan untuk menyambung hidup menghiasi pinggiran desa yang menjadi batas wilayah antara Kecamatan Wanasaba dengan Kecamatan Aikmel, Kecamatan Labuhan Haji dan Kecamatan Pringgabaya. Beternak sapi menjadi andalan terbesar kedua bagi warga desa. Bahkan bisa dikatakan, Desa Mamben Baru menjadi desa nomor satu di Lombok Timur dalam hal jumlah kepemilikan sapi. Dinas Peternakan beserta BPS Provinsi NTB pada tahun 2012 lalu setelah melakukan pencacahan jumlah populasi sapi mencatat ada lebih dari 2.212 sapi yang ada di desa ini. Sapi yang dikembangkan adalah sapi turunan jenis Sapi Bali, Sapi Bramus, Sapi Semental, Sapi Brahman dan juga jenis sapi lokal. D. AIR BERSIH Air adalah sumber kehidupan, tanpa adanya ketercukupan dalam ketersediaan air bersih maka akan mengganggu aktifitas lainnya. “kalau kekurangan makanan tidak terlalu menyakitkan, tetapi kalau kekurangan air bisa menimbulkan penderitaan yang memprihatinkan”. Demikian gumam salah seorang tokoh Desa Mamben Baru. Nampaknya kita semua sepakat dengan hal itu, air menjadi kebutuhan pokok yang mendasar bagi setiap makhluk hidup. “Bahkan benda mati pun memerlukan air”. Ungkap para ahli. Ketersedian air bersih di Desa Mamben Baru memiliki sejarah yang cukup panjang, meski sampai hari ini mereka masih kesulitan dalam mendapatkan hak yang paling mendasar itu. Menggali sumur adalah hal yang tidak mungkin, sebab kedalaman sumur di desa ini bisa mencapai kedalaman hingga 20 atau 25 meter. Jika musim kemarau tiba, sumur yang dalam itu bisa kering kerontang. Pernah ada sumbangan untuk pompa air namun sumbangan itu sampai saat ini tidak terpakai dan sudah rusak, yang tertinggal hanya puing-puingnya saja. Memang sebelum mekar dari Desa Mamben Lauq, dahulunya sudah ada pipa air yang mengalir di desa baru ini. Sumber mata air waktu itu diambil dari Jangkong (wilayah Desa Kalijaga saat ini), melewati wilayah Lendang Karang hingga sampai di Orong Rantai (Desa Mamben Baru sekarang). Lama kelamaan pipa itu dibagi lagi ke wilayah Lendang Bunga sehingga debit airnya makin sedikit. Berselang beberapa lama, pipa tersebut dibagi lagi oleh wilayah Dasan Baru Menak yang menyebabkan aliran air macet total. Menyikapi hal demikian, warga Orong Rantai segera berswadaya untuk membeli pipa dan mengalirkannya dari sumber air sawah Dasan Paoq menuju ke masjid-masjid. Air tersebut hanya untuk mandi dan wudhu saja, tidak layak untuk dikonsumsi. Ketika dirasa masjid-masjid sudah cukup, pipa kemudian dialirkan menuju mushalla-mushalla yang ada di Orong Rantai. Di masjid dan mushalla-mushalla ini warga mandi menggunakan air yang tersedia. Setelah di kedua tempat ibadah itu sudah cukup terpenuhi, pipa pun dialirkan ke rumah-rumah warga. Kesulitan air bersih masih dialami warga Orong Rantai saat itu, sebab pipa yang dialirkan tidak bisa dipakai untuk minum dan kebutuhan rumah tangga. Masyarakat selanjutnya berinisiatif untuk mengalirkan air bersih dari sumber mata air Ladon yang berjarak beberapa kilo meter dari perkampungan warga. Hingga menjadi desa sendiri saat ini, warga Desa Mamben Baru masih kekurangan air, sebab mereka masih menggunakan sistem giliran. Karena ada 4 dusun yang ada di desa ini maka pembagian air dibagi menjadi 2 bagian, dua dusun pertama dan dua dusun kedua. Dari pukul 06.00 pagi sampai pukul 12.00 siang adalah giliran warga yang tinggal di Dusun Dasan Paok dan Dusun Sukadamai, sedangkan dari pukul 12.00 siang sampai malam adalah giliran warga yang tinggal di Dusun Orong Rantai Lauk dan Dusun Orong Rantai Daye. Swadaya tersebut dibarengi dengan program WSLIC saat itu. Pasca dilantik menjadi Kepala Desa Mamben Baru, Kamaludin bertemu dengan YMP. Kamaluddin mengenal YMP dari keponakannya Zaidun yang bertugas di PDAM Lombok Timur. Bertemu pertama kali dengan sang Direktris Ellena Khusnul Rachmawati pada acara launching program STBM 5 Pilar yang dihelat di Sajang Kecamatan Sembalun tahun lalu. Sejak bertemu dengan YMP, Kamaluddin mengaku mendapatkan semangat baru dan harapan baru bagi terpenuhinya kebutuhan air bersih bagi warganya. Terbayang olehnya dimana senyum merekah tersungging di bibir setiap warga kala air mengalir sampai di depan rumah mereka yang dapat menghapus dahaga yang sudah diderita bertahun-tahun. Kamaluddin menitikkan air mata kala membayangkan itu. Air mata yang mungkin akan mendatangkan air bersih bagi warga desa yang dipimpinnya. Semangat antusiasme dan kobaran nyala optimisme yang selalu dipancarkan YMP dalam setiap pemberdayaan beserta kepeduliannya ke masyarakat tertular sudah ke dalam semangat Kamaluddin dan warga Desa Mamben Baru. Pasca mengadakan pertemuan pertama di balai desa pada juli 2013, bersama YMP Kamaluddin turun melakukan peninjauan ke mata air yang akan dijadikan sumber untuk mengalirkan air bersih ke warga. Didampingi PDAM dan PU Lombok Timur, dilakukan pengukuran debit air beserta jarak sumber mata air dengan Desa Mamben Baru. Selanjutnya uji laboratorium sebanyak dua kali dilakukan untuk melihat kemungkinan adanya kandungan-kandungan berbahaya dalam air. Hasilnya positif, 3 sumber mata air yang telah diuji yakni mata air Maenah 1, Maenah 2 dan Maenah 3 aman untuk dikonsumsi. Dari ke- 3 sumber mata air tersebut, ditetapkan Maenah 2 yang akan dijadikan sumber sebab selain debit airnya yang paling besar juga mata air Maenah 2 sudah diserahkan kepada pemerintah Desa Mamben Baru oleh pemilik mata air ini dalam bentuk hibah yang dibuktikan dengan surat kuasa atau surat hibah. Berbekal surat hibah inilah, Kamaluddin membuka harapan baru bagi warga Desa Mamben Baru akan ketercukupan air bersih dengan menggandeng YMP, PDAM dan Dinas PU. Kamaluddin mengaku, kini dirinya dan warga desa sedang menunggu realisasi kapan program tersebut mulai dikerjakan. Sembari berharap YMP akan senantiasa mendampingi desanya untuk keluar dari segala kesulitan yang ada. “Harapan kami YMP akan segera merealisasikannya, warga siap berswadaya dengan tenaga sebab jika dengan dana kami tidak akan mampu dengan kondisi saat ini untuk membeli pipa sepanjang 6,84 km untuk mengalirkan air dari Maenah 2 menuju rumah-rumah warga” pungkasnya. E. CITA-CITA KE DEPAN WARGA Semua orang pastinya memilki cita-cita, sebab cita-cita tersebut sekaligus menjadi pemicu semangat bagi setiap orang untuk mencapai kondisi ideal di masa yang akan datang. Demikian halnya dengan warga Desa Mamben Baru, cita-cita terbesar mereka saat ini adalah terpenuhinya kebutuhan air bersih, kemudian akses jalan baru selanjutnya pemenuhan di bidang ekonomi. Air bersih tinggal menunggu waktu saja tetapi akses jalan dan kemakmuran di bidang ekonomi masih belum jelas juntrungnya. Cita-cita desa setelah air mengalir, mereka ingin mengelolanya dalam bentuk Perusahaan Air Minum Masyarakat (PAM Mas), terinspirasi dengan apa yang sudah berjalan di Desa Sajang Kecamatan Sembalun. Memang peluang terbentuknya PAM Mas terbuka lebar bagi Desa Mamben Baru, betapa tidak aset pipa yang sudah ada saat ini saja setelah ditaksir PDAM mencapai angka 700 juta rupiah. Sebuah angka yang fantastis bagi sebuah desa, apalagi bisa dikelola dengan baik tentunya aset ini akan terus bertambah dan berkembang dari waktu ke waktu dan bisa jadi PAM Mas ini nantinya akan menjadi sumber PADes terbesar bagi Desa Mamben Baru. Kondisi jalan yang jika musim kemarau berdebu dan musim hujan becek menjadi cita-cita desa dan pemikiran Kamaluddin sendiri. Jalan dapat membantu akses ekonomi masyarakat, terlebih lagi hasil pertanian cukup melimpah di desa ini. Jika jalannya masih dalam kondisi rusak seperti sekarang ini, tidak akan bernilai ekonomis dari sisi perekonomian warga. Para pembeli yang datang tentunya akan menawar dengan harga rendah sebab biaya yang dikeluarkan cukup banyak untuk masuk ke desa ini. Jika jalan sudah diaspal, warga bisa membawa hasil panennya sendiri ke pasar atau pasar bisa diciptakan di desa sebab saat ini warga berjualan ke pasar Wanasaba, Aikmel, Paok Motong atau ke Pasar tanjung yang jaraknya cukup jauh ditambah lagi dengan medan jalan yang berat. Air bersih, jalan beraspal dan kesejahteraan menjadi cita-cita mendasar yang ingin dicapai warga Desa Mamben Baru. Bagaimana mewujudkannya ? hal itu menjadi pertanyaan sendiri di setiap benak mereka. Warga hanya bisa berharap, ada pihak-pihak yang bersedia secara sukarela untuk mencurahkan tenaga dan fikirannya membantu Desa Mamben Baru untuk menggapai cita-citanya. Kini harapan terbesar mereka tangguhkan ke YMP, semoga YMP dapat membantu mewujudkan cita-cita itu. Demikan batin mereka bergumam. F. TEKHNOLOGI BIO GAS Tekhnologi bio gas merupakan tekhnologi pemanfaatan kotoran sapi yang dapat dikonversi menjadi gas yang dapat digunakan untuk elpiji rumah tangga. Desa Mamben Baru sendiri sejak 2011 mulai dilirik oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai tempat diadakan program tekhnologi ramah lingkungan ini. Populasi sapi yang mencapai angka 2000- an membuat Desa Mamben Baru mendapatkan bantuan untuk bio gas. Hingga saat ini, ada 60 unit bio gas yang sudah terpasang di rumah warga. Abdurrahman adalah salah seorang warga yang dapat bantuan ini. Dia bercerita, dulu pada awal program ini dimulai banyak warga yang menolak. Mereka takut dikiranya bio gas ini akan mudah meledak sebagaimana yang terjadi pada tabung elpiji 3 kg yang santer diberitakan waktu itu. Tetapi setelah mereka melihat di tempat saya, sekarang mereka berebutan untuk mendapatkan program ini. Ungkap laki-laki yang gemar beternak ini. Memang, pengamatan kami juga tekhnologi bio gas ini sangat efektif selain mengurangi efek kotoran sapi juga dapat menghemat energi dan menghemat pengeluaran sehari-hari, terlebih lagi pengakuan Abdurrahman jika dibandingkan sebelum ada bantuan ini dengan sekarang dapur lebih hemat sebab tidak perlu mengeluarkan biaya untuk isi ulang gas ataupun tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk mencari kayu bakar. Dari sisi kesehatan juga cukup membantu. Jika dilihat secara umum, hampir setiap warga memilki sapi dan rata-rata mereka membuat kandang sendiri-sendiri di samping rumah mereka. Bau tak sedap, pemandangan yang tak elok serta bakteri yang ditimbulkan dari kotoran sapi bisa mengancam kesehatan terutama untuk balita dan anak-anak. Terlebih lagi jika sanitasinya buruk tentu akan lebih berbahaya lagi, kandang kolektif enggan mereka lakukan sebab dirasa kurang aman. Dengan adanya bio gas ini, setiap hari pemilik ternak membersihkan kandang dari kotoran sapi kemudian mengkonversinya menjadi gas. Kandang menjadi bersih, gas untuk memasak pun mereka peroleh, ya dua manfaat sekaligus didapat dari satu kali kerja. Lahan dan tanaman di persawahan warga juga menjadi tumbuh lebih subur. Sisa limbah dari proses bio gas mereka bawa ke sawah masing-masing dan menjadi pupuk organik yang sangat bermanfaat bagi bertambanhnya hasil panen. Jika saja setiap rumah sudah memilki bio gas masing-masing, maka pintu kesejahteraan terbuka sudah bagi warga Desa Mamben Baru. G. ANYAMAN TIKAR PANDAN Ada hal menarik yang kami temukan dalam kajian ini saat berkeliling di tengah perkampungan warga. Hampir di setiap rumah terutama kaum ibu-ibu disibukkan dengan kegiatan rutin mereka menganyam tikar pandan. Anyaman tikar pandan merupakan tradisi turun temurun suku sasak yang hampir punah. Namun di Desa Mamben Baru tradisi ini masih terjaga dengan baik. Menganyam tikar pandan diakui Ibu Nurlaila dan Ibu Nurhidayah menjadi sumber penghasilan mereka. Hal itu juga diamini oleh ibu-ibu yang lain seperti Ibu Marhaini dan Ibu Mahnim. Sebagai buruh tani mereka cukup terbantu dengan hasil anyamannya. Waktu senggang yang ada digunakan untuk menganyam helai demi helai daun pandan menjadi bentuk tikar yang dijadikan alas duduk ataupun untuk alas tidur. Mereka mampu menyelesaikan satu tikar dalam sehari dengan harga jual antara 20.000 hingga 25.000 per buah. Hasil itu cukup untuk makan sehari dan belanja anak sekolah. Keesekon harinya, mereka harus menganyam satu tikar lagi untuk kebutuhan hari itu jika belum ada yang memanggil mereka menjadi buruh pertanian di sawah warga lainnya yang menggarap. Demikianlah aktifitas warga Desa Mamben Baru dalam memenuhi kebutuhan hariannya. Namun saat ini, mereka sudah mampu melakukan inisiasi baru dengan membentuk kelompok dan melakukan apa yang mereka sebut arisan tikar, satu kelompok bisa terdiri dari 15 sampai 20 orang. Arisan tikar ini sistemnya tidak jauh berbeda dengan arisan biasanya namun yang membedakannya adalah mereka tidak mengeluarkan uang tetapi mengeluarkan tikar. Satu orang wajib menyerahkan 4 buah tikar dalam satu minggu. Hasil tikar yang terkumpul kemudian mereka jual ke pengepul yang sudah berlangganan dengan mereka. Hasil penjualan itu mereka kumpulkan dan kocok arisan satu kali sebulan. Satu orang bisa mendapat satu juta rupiah untuk satu kali kocok. Dengan begitu hasil dari menganyam tikar bisa lebih terasa dapat dinikmati dalam jumlah besar meski masing-masing orang harus rela menunggu 15-20 bulan lagi untuk mendapatkan hasil tersebut. Kelompok ini mengaku masih terkendala dalam hal modal dan skill untuk lebih meningkatkan hasil produksi. Modal mereka butuh karena meski sumber bahan baku pandan bisa mereka dapatkan langsung di tempatnya tetapi tidak semua punya lahan untuk menanam tumbuhan ini, mereka harus membeli pandan dari warga lainnya yang memang sengaja menanam untuk dijual ke anggota kelompok-kelompok arisan tikar itu. Kelompok arisan tikar ini membutuhkan pelatihan untuk menganyam tikar bukan hanya dapat dipakai sebagai alas duduk atau alas tidur saja melainkan juga dapat menjadi bahan baku pembuatan sandal, tas dan lainnya. Dulu pernah ada yang mengambil untuk itu namun sekarang orang tersebut menghilang. Mereka mengaku bahan yang dibutuhkan lebih hemat dan hasilnya lebih banyak jika anyaman pandan digunakan untuk bahan baku sandal ataupun tas tadi. Kendala lain juga datang dari sisi pemasaran. Jika saja ada pengusaha atau perusahaan yang mau menampung hasil anyaman tikar mereka tentu harga juga akan lebih bersaing. Modal, skill dan pemasaran menjadi tri masalah yang perlu mendapatkan sentuhan bagi terbentuknya ikon produk di Desa Mamben Baru yakni tikar pandan yang bagus dan berkualitas. H. TINJAUAN EKONOMI DAN PEMBERDAYAAN Kondisi Desa Mamben Baru beserta segala potensinya yang ada memang menjadi pemikiran tersendiri bagi kepala desa untuk terus mengembangkannya dalam rangka peningkatan kesejahteraan. Penggalian potensi serta pengelolaannya harus diwujudkan dalam rangka perbaikan dari sisi ekonomi warga. Pemberdayaan atau yang lebih dikenal dengan empowering adalah menjadi cara yang paling tepat untuk memberdayakan potensi yang ada di Desa Mamben Baru. Kita sebut saja dengan istilah ekonomi pemberdayaan untuk menumbuhkan partisipasi dan kesadaran masyarakat agar senantiasa bekerja keras serta bahu membahu dengan pemerintahan desa bersama tokoh setempat yang ada. Ekonomi pemberdayaan merupakan perwujudan dari kesadaran diri untuk bersama-sama menyadari akan hak dan tanggung jawab dalam mewujudkan kesejahteraan ekonomi yang ingin dicapai. Keinginan untuk memiliki PAM Mas, kesadaran dalam pemanfaatan tekhnologi bio gas beserta ketekunan kaum ibu-ibu dalam menganyam tikar pandan merupakan benang merah sekaligus sinyal baik bahwa di Desa Mamben Baru sudah terdeteksi potensi yang dapat digerakkan untuk mencapai kesejahteraan ekonomi. Tugas pihak desa lah sekarang yang dituntut lebih pro aktif lagi dalam melihat peluang yang ada serta cepat tanggap dalam merespon setiap permasalahan yang dialami warga desa. Bila perlu, pemerintahan desa membentuk tim khusus untuk melakukan pemicuan ke masyarakat terkait ekonomi pemberdayaan dengan ide-ide yang brilian. Tim tersebut dapat melibatkan para tokoh, pemuda ataupun mahasiswa. Jika dipandang baik hal ini boleh juga diundang-undangkan dalam bentuk peraturan desa (perdes), tak mengapa sebab desa diberikan kewenangan untuk mengatur kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada masyarakat desa. Terkait kendala pada modal dan pemasaran, pemerintah Desa Mamben Baru nampaknya dipandang perlu untuk membentuk unit usaha di desa yang kita kenal dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). BUMDes nantinya akan menjadi unit usaha sendiri dalam mengelola hal-hal yang terkait dengan ekonomi pemberdayaan seperti penyelenggara layanan tabungan, pinjaman, pembiayaan, investasi termasuk juga produksi dan pemasaran di tingkat desa. Fenomena yang sering terjadi dan dapat kita lihat dengan jelas saat ini adalah terjadinya eksploitasi terhadap potensi desa, artinya sumber daya alam dan potensi yang ada di desa dikeruk, kemudian semua hasil tersebut dibawa ke kota, akibatnya kota bertambah kaya sedangkan desa bertambah miskin. Hal tersebut makin diperparah dengan banyaknya warga desa yang pindah ke kota (reurbanisasi) yang membuat penduduk kota menjadi padat dan desa menjadi sepi. Mereka melihat di kota masa depan lebih terjamin sedangkan di desa tidak ada jaminan apapun untuk kesejahteraan ekonomi, padahal Jika ingin uang itu tetap berputar di desa maka sektor riil harus digerakkan di desa itu juga, sebab teori ekonomi mengatakan dimana terdapat sektor riil disitulah uang berputar. Nah, dengan adanya BUMDes maka persoalan tersebut dapat diatasi. Jika BUMDes sudah berjalan maka lapangan pekerjaan juga dapat diciptakan di desa. Tidak ada lagi warga desa yang meninggalkan tempat kelahirannya, mereka tetap tinggal di desa untuk membangun desanya. BUMDes jika dikelola dengan baik selain bermanfaat dari sisi ekonomi pemberdayaan juga BUMDes dapat memupuk ikatan persaudaraan antar sesama warga sekaligus tempat pembelajaran bagi warga desa untuk senantiasa menumbuhkan semangat tolong menolong dan kegotong royongan. Pemerintah Desa Mamben Baru tidak perlu hawatir dengan legalitas BUMDes sebab BUMDes sudah diakui oleh negara lewat UU No 32/2004 Pemerintahan Daerah (ps 213), PP No 72/2005 Desa (ps 79 – ps 81), Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2007 tentang Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2008 tentang Fokus Program Ekonomi Tahun 2008 – 2009, Surat Mendagri tgl 17-2-06 No.412.6/287/SJ perihal Pemberdayaan LKM/Usaha Ekonomi Masyarakat, Surat Mendagri tgl 25-5-07 No.412/953/PMD perihal Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat. I. KESIMPULAN Adapun kesimpulan dari kajian perekonomian ini anatara lain: 1. Ketersediaan air bersih di Desa Mamben Baru harus segera diwujudkan, sebab air bersih menjadi masalah utama warga; 2. PAM Mas menjadi idaman warga Desa Mamben Baru; 3. Pertanian dan peternakan yang ada di Desa Mamben Baru harus dikelola dengan baik mengingat kedua potensi ini sangat besar; 4. Tekhnologi bio gas perlu ditambah untuk menghindari dampak buruk dari kotoran sapi yang menebar dari kandang yang ada di samping rumah warga sekaligus juga bagus untuk hemat energi; 5. Kelompok arisan tikar pandan Desa Mamben Baru butuh sentuhan dari sisi permodalan, skill dan pemasaran; 6. BUMDes direkomendasikan sebagai salah satu solusi dari permasalahan yang ada, juga sekaligus sebagai media ekonomi pemberdayaan; 7. YMP diharapkan menjadi pionir perubahan dan masa depan baru bagi masyarakat Desa Mamben Baru. J. PENUTUP Kekompakan dan transparansi menjadi hal yang sangat mendasar untuk membangun Desa Mamben Baru. Ketulusan dan kecerdasan dari kepala desa akan membawa Desa Mamben Baru sebagai desa teladan yang dapat dicontoh oleh desa-desa lain yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Namun demikian sentuhan dan uluran tangan dari pihak luar juga sangat membantu dalam mempercepat proses pembangunan di Desa Mamben Baru. Kajian perekonomian yang dilaksanakan oleh YMP ini merupakan salah satu bentuk komitmen YMP untuk mulai mengenal lebih dalam tentang seluk beluk permasalahan, sejarah, kebutuhan dan potensi yang ada di Desa Mamben Baru untuk selanjutnya nanti akan menjadi bahan pertimbangan YMP dalam menentukan arah kebijakan terhadap partnersip for sustainbility ekonomi dan pemberdayaan Desa Mamben Baru. Semoga setiap ide dan sumbangsih dalam bentuk apapun terhadap masyarakat akan menjadi amal jariah dan mendapat balasan yang setimpal dari zat yang maha adil. Amin amin ya rabbal alamin. Mamben Baru, 28 September 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Blogroll

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates