Social Icons

Pages

Minggu, 07 September 2014

AIR BERSIH DI DESA TIMBA NUH

Desa Timba Nuh merupakan Desa Pemekaran dari Desa Pengadangan. Resmi menjadi desa otonom pada tanggal 11 bulan 11 tahun 2011, kantor desa berdiri cukup megah di jalan Rinjani Nomor 11 Timba Nuh. Desa Timba Nuh terdiri dari tiga Dusun yakni Dusun Timba Nuh dengan kepala dusunnya Mahsar, Dusun Kayu Jati dengan kepala dusunnya Ahmad Fajri dan Dusun Semporonan dengan kepala dusunnya Ikhwan. Jumlah penduduk sebanyak 2.226 jiwa yang terbagi menjadi 730 kk dan tersebar di 23 RT di 3 dusun se Desa Timba Nuh. Desa Timba Nuh termasuk salah satu desa yang terletak dekat dengan hutan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Di Desa ini juga terdapat kolam pesanggrahan dan air terjun yang setiap harinya ramai dikunjungi wisatawan terutama pada hari libur. Meski tergolong desa yang subur, masyarakat Desa Timba Nuh masih kekurangan akan ketersediaan air bersih. Desa ini memang memiliki sumber mata air namun letaknya jauh dari pemukiman dan debit airnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air warga desa. Selama ini masyarakat Desa Timba Nuh mengandalkan air sungai Mayung Polak sebagai sumber mata air yang mereka alirkan lewat pipa. Sementara jarak desa dari sungai ini kurang lebih 2 (dua) kilo meter. Program Care International Pada tahun 1990 pernah ada bantuan dari Care International untuk program air bersih yang sumber airnya dari Kokoq Belimbing (Mayung Polak). Dananya pun tidak sedikit, waktu itu total dananya sebesar 1,3 milyar. Kebutuhan air warga cukup terpenuhi untuk dusun-dusun yang ada. Namun yang menjadi kendala ketika musim hujan air sungai keruh sehingga warga tidak bisa menggunakannya untuk keperluan sehari-hari. Swadaya Masyarakat Untuk melengkapi kebutuhan air bersih, pada tahun 2009 masyarakat Desa Timba Nuh mengumpulkan dana swadaya untuk membeli pipa. Saat itu terkumpul dana sekitar 7 juta dan dibelikan pipa sebanyak 47 lonjor. Membentuk PAMDES Setelah resmi mekar dari desa induknya Pengadangan, Desa Timba Nuh belum pernah mendapat bantuan khususnya yang terkait air bersih sementara masyarakat di 3 dusun yang ada masih banyak yang masih kekurangan air. Menggali sumur tidak mungkin dilakukan sebab desa ini termasuk dataran tinggi. Disamping itu juga, air bersih selama ini masih menggunakan pipa sederhana tanpa menggunakan water meter sehingga distribusi air belum merata ke rumah-rumah. Atas dasar itulah, pemerintah Desa Timba Nuh membentuk Perusahaan Air Minum Desa (PAMDES) yang diberi nama PAMDES Titisan Mayung Polak. PAMDES ini resmi terbentuk melalui surat keputusan Kepala Desa nomor: 614/180/Kesra/X/2013 tertanggal 11 Oktober 2013 yang pembentukannya dihajatkan untuk meningkatkan pelayanan serta pengawasan air bersih kepada masyarakat Desa Timba Nuh. PAMDES Titisan Mayung Polak diketuai oleh Sahyun Hadi dan dibantu Hairil Anwar sebagai sekretaris dan H. Abdul Gani sebagai bendahara. PAMDES ini beranggotakan 3 orang yakni Jumanim, Sahibul dan Amaq Sal yang masing-masing mereka sebagai ketua dan anggota tehnisi. PAMDES Titisan Mayung Polak ini meluncurkan program Pamsimas dengan menggandeng YMP sebagai konsultannya. Rencana awal akan dibangun bak bagi di masing-masing RT namun atas saran YMP rencana tersebut dibatalkan dan diganti dengan menggunakan water meter. Sebab menurut tim ahli YMP bidang air bersih, pembuatan bak bagi di masing-masing RT selain memboroskan biaya juga dapat menyebabkan debit air menjadi tidak cukup. Pamsimas ini tetap mengambil sumber di sungai Mayung Polak, namun untuk mengantisipasi air keruh pada musim hujan, disamping bak penangkap akan dibuat sistem saringan pasir lambat sehingga air yang keruh akan disaring menjadi jernih kembali baru kemudian dialirkan ke reservoir menuju rumah warga. Pemerintah Desa Timba Nuh dan PAMDES Titisan Mayung Polak memiliki keseriusan dan komitmen yang kuat untuk mensukseskan program Pamsimas ini. Oleh sebab itu, sosialisasi dan pembenahan serta persiapan-persiapan sudah dilaksanakan sejak awal 2012. Masyarakat desa pun mendukung penuh dan mereka menyatakan siap untuk bergotong royong bekerja nanti. Program Pamsimas ini meski membutuhkan dana yang cukup besar yakni kurang lebih 1,6 milyar rupiah namun Kepala Desa Timba Nuh, Muhammad Ilham, SP tetap optimis program ini akan segera teralisasi terlebih lagi YMP tetap membina dan terus memberi motivasi dan link sumber-sumber dana. Ilham berharap, ada penyandang dana yang bersedia membantu entah itu dari unsur pemerintah maupun swasta. Karena dengan terealisasinya program Pamsimas ini dapat memaksimalkan distribusi air bersih ke rumah-rumah warga meski nantinya masyarakat akan mengeluarkan iuran bulanan dengan tarif sosial yang akan digunakan untuk pemeliharaan dan operasional petugas PAMDES.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogroll

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates