Social Icons

Pages

Jumat, 13 Juli 2012

INFO LOWONGAN KERJA

INFO LOWONGAN KERJA :

Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Syariah “Lumbung Bersaing”
MEMBUTUHKAN

Management Information Support (kode MIS), Operasional Officer (kode OO), Field Officer (kode FO)
Kriteria UMUM:
Perempuan/laki-laki belum menikah, 22-26 tahun, berminat pada pekerjaan pemberdayaan masyarakat, terampil computer (word & excel), Lulus seleksi dan wawancara
Kriteria KHUSUS:
Management Information Support (MIS) dan Operasional Officer (OO): Pendidikan S1/diploma, paham akuntansi.
Field Officer (OO): S1/ diploma, memiliki kendaraan bermotor, mampu bersosialisasi
berkas lamaran :
1. Surat lamaran, salinan ijazah dan transkrip nilai yang dilegalisir, KTP/ SIM, pas foto 3X4 (2 lbr), sertifikat/piagam (jika ada), formulir pendaftaran (ambil di secretariat).
2. Masukkan dalam amplop coklat dengan mencantumkan kode posisi yang diminati
3. Diantar langsung ke secretariat:
a. LOMBOK BARAT: Kantor BPMPD Prov. NTB jln pendidikan no 43, Hp.087864208467, 081916005836
b. LOMBOK TIMUR: Kantor Unit BTLB Lotim, Jln. Pariwisata Desa Aikmel Kec. Aikmel Hp.087763156787
c. SUMBAWA BARAT:Kantor Unit KSB, Jln. Bung Hatta Kelurahan Kuang Taliwang
yassir: 081909140383,zulkifli:087763035112,muhibbin:081805777073
4. Penyerahan berkas lamaran dimulai tgl 16 Juli 2012 dan berakhir pada tgl 20 Juli 2012 pukul 14.00 wita.

Selasa, 10 Juli 2012

SELAYANG PANDANG BAITUT TAMKIN


REKAM PROSES / PERS RELEASE
PERTEMUAN UMUM (PU) BTLB LOMBOK TIMUR DI DESA LENEK KECAMATAN AIKMEL
SELASA, 4 OKTOBER 2011

Susunan Acara:
1.       Pembukaan oleh Moderator (S. Mukhlis)
2.       Perkenalan personalia pengelola BTLB Lombok Timur oleh Moderator
3.       Sambutan Kepala Desa oleh Kepala Desa Lenek (Suardi)
4.       Sosialisasi Program oleh Supervisor BTLB Lotim (Alwin Fajri Siregar, SE.)
5.       Dialog dipandu Moderator
6.       Doa dipimpin oleh Kepala Dusun Dasan Montong (Abdul Hakim)
7.       Penutup Oleh Moderator
Pasca acara: pembagian form rekomendasi usulan nama-nama warga yang layak untuk mengikuti program kepada masing-masing Kepala Dusun (8 Kepala Dusun).
-          Pembukaan oleh Moderator (S. Mukhlis)
Bissmillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillahirabbil alamin, assalatuwassala mu ala asrafil anbiyaiwal mursalin wa’ala aalihim wasahbihim ajma’in, amma ba’du.
Yang sama-sama kita hormati, Bapak Kepala Desa Lenek, yang kami hormati Bapak Supervisor Alwin Fajri Siregar, SE., Bapak-Bapak BPD, LKMD, Forum Kader, Kepala Dusun se-Desa Lenek, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, rekan-rekan para pengelola program, singkatnya para tamu undangan peserta sosialisasi program yang berbahagia. Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah subhanahu wata’ala yang telah memberikan nikmat kesehatan dan nikmat iman sehingga selain kita bisa tetap menjalankan ibadah, kita juga tetap merasakan nikmat bermualah dalam rangka peningkatan kesejahteraan bersama. shalawat dan salam kita ucapkan selalu kepada junjungan Alam Nabi Besar Muhammad, SAW yang telah membimbing kita selaku ummatnya menuju pencerahan. semoga kita semua mendapatkan syafa’at beliau kelak di yaumul qiyamat. Amien.
Para peserta sosialisasi program yang dirahmati Allah swt, untuk lebih barokahnya acara ini, marilah kita sama-sama membukanya dengan melafazkan basmalah. Bismillahirrahmanirrahim. selanjutnya kami akan memperkenalkan personalia para pengelola program Baytut Tamkin Lumbung Bersaing Lombok Timur. yang pertama, di samping kanan saya, Supervisor kami Bapak Alwin Fajri Siregar, SE., beliau dari Bogor – Jawa Barat, kemudian pengelola, Novelia Mariska beliau dari selong. kami mohon berdiri. selanjutnya, Lalu Muhammad Kazwaini, S.HI., beliau dari Lendang Nangka Kecamatan Masbagik, selanjutnya Harun Arrasyid, ST., beliau dari Kelayu, berikutnya Lalu Abdul Haris, S.Si., beliau dari Jurit Masbagik, selanjutnya Mahmuluddin, beliau dari kelayu, selanjutnya Ahmad Sofiyan, SH., beliau dari Rensing – Sakra Barat, selanjutnya Bambang Harianto, SE., beliau dari Selong, selanjutnya Wiyatna Adiwinata, SP., beliau dari Rempung – Pringgasela, selanjutnya Maemunah dari kotaraja – Sikur, berikutnya, Fadia Andriani dari Pancor, selanjutnya Musti Arini dari Keruak, dan sendiri, Salahuddin Mukhlis, S.Pd., dari Jerowaru. kami berjumlah dua belas orang ditambah satu supervisor yang akan mendampingi kami untuk awalnya selama kurang lebih tiga bulan.
Para peserta sosialisasi program yang dirahmati Allah swt, selanjutnya sambutan Kepala Desa Lenek. kepada beliau kami silakan.
-          Sambutan Kepala Desa oleh Kepala Desa Lenek (Suardi)
Bissmillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillahirabbil alamin, assalatuwassala mu ala asrafil anbiyaiwal mursalin wa’ala aalihim wasahbihim ajma’in, amma ba’du.
                Yang kami hormati Bapak Supervisor, teman-teman pengelola,Bapak-Bapak BPD, LKMD, Forum Kader, Kepala Dusun, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda singkatnya para peserta.
                pertama-tama kami ucapkan banyak terima kasih Kepada Bapak-bapak dari BTLB Lombok Timur yang telah datang ke Desa kami sekaligus telah memilih Desa kami sebagai salah satu dari enam Desa lokasi pilot project program di Kecamatan Aikmel.
                perlu kami informasikan di sini bahwa masyarkat kami masih sangat miskin, sehingga kami membutuhkan uluran tangan dari semua pihak untuk membantu pemulihan kondisi tersebut. semoga nantinya dengan adanya program ini, masyarakat kami di Desa Lenek ini bisa sedikit sejahtera.
                Melalui forum ini juga, saya mengajak seluruh aparat saya dan semua kita warga Desa Lenek untuk ikut serta mendukung terlaksananya program ini. dan kami mengharapkan kepada bapak supervisor dan teman-teman pengelola Baytut Tamkin Lumbung Bersaing untuk tidak jemu-jemunya, dan tidak pernah mengeluh dalam membina masyarakat kami.
                akhir kata sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada bapak supervisor dan para pengelola atas kehadirannya di Desa kami sekaligus ucapan mohon maaf apabila dalam penyambutan kami ada hal-hal yang kurang berkenan di hati bapak ibu sekalian. terima kasih, wassalamualaikum warahmatullahi waabarakatuhu.
-          Sosialisasi Program oleh Supervisor BTLB Lotim (Alwin Fajri Siregar, SE.)
Bapak Kepala Desa Lenek, yang kami hormati, Bapak-Bapak BPD, LKMD, Forum Kader, Kepala Dusun se-Desa Lenek, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, singkatnya para peserta sosialisasi program yang berbahagia.
Bissmillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillahirabbil alamin, assalatuwassala mu ala asrafil anbiyaiwal mursalin wa’ala aalihim wasahbihim ajma’in, amma ba’du.
                Sekitar empat bulan yang lalu, bapak gubernur kita tercinta Tuan Guru Bajang bertemu dengan pimpinan kami di TAZKIA, Bapak Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, M.EC., karena di TAZKIA ada program pengentasan kemiskinan yang kami menyebutnya bukan orang miskin atau keluarga miskin, melainkan keluarga berpenghasilan rendah. setelah Bapak Gubernur melihat perkembangan dan hasil nyata dari program kami, maka beliau tertarik dan meminta kepada pak Syafi’i agar program tersebut juga bisa diadakan di NTB dan alhamdulillah pak Syafi’i menyetujuinya. kapan pak Gubernur ? tanya pak syafi’i. sekarang langsung tahun ini, jawab pak gubernur. Tahun ini ? tanya pak Syafi’i memastikan. ya langsung tahun ini, jawab pak Gubernur mantap.
                Oleh sebab itu bapak ibu sekalian, di bawah komando pak Syafi’i, kami dari Yayasan TAZKIA Micro Finance Center (TMFC) Bogor yang beralamat di Sentul City langsung datang ke NTB untuk awalnya melakukan perekrutan sumber daya pengelola yang akan langsung menjalankan program ini dan yang kami rekrut adalah putera daerah NTB sendiri. pada waktu itu yang mendaftar sekitar dua ratusan orang yang berasal dari Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa Barat karena sebagai pilot project di NTB kita mulai dari dua kabupaten tersebut dan berikutnya akan berlanjut ke kabupaten-kabupaten lain di Nusa Tenggara Barat.
                kemudian dari dua ratusan orang tersebut, kami ambil dua puluh delapan orang untuk mengikuti pelatihan dasar di Selong selama sepuluh hari. Prosesnya belum selesai, dari dua puluh delapan orang yang mengikuti pelatihan, kami seleksi lagi menjadi dua puluh orang kemudian kami berangkatkan ke Bogor mengikuti pelatihan lanjutan sekaligus magang di sana. Bapak ibu sekalian, mulai dari perekrutan sumber daya pun kami tidak main-main, mereka digembleng mental dan ibadahnya dan hasilnya yang dua puluh orang inilah yang sementara ini menurut kami yang terbaik sebagai partner kami untuk mengelola dan menjalankan program ini.
                selanjutnya Bapak Ibu sekalian, pogram ini bukan merupakan program yang asing melainkan program ini sudah ada di seratus dua puluh empat negara dalam kurun waktu tidak kurang dari tiga puluh tahun. Bahkan pada tahun 2006 lalu, Prof. Muhammad Yunus dari Bangladesh, mendapatkan nobel pedamaian dunia dari badan PBB karena eksistensinya memotori program pengembangan ekonomi mikro syariah berbasis komunitas seperti apa yang akan kita terapkan di Desa kita tercinta ini nantinya.
                Kami sendiri di sini sudah bepengalaman menjadi supervisi dan fasilitator selama lima belas tahun dan sudah memiliki seratus dua puluh ribu binaan yang tersebar di delapan belas provinsi di Indonesia, mulai dari Provinsi Aceh sampai Provinsi Maluku.
                Bapak Ibu sekalian, selanjutnya dalam program ini kami menggunakan pendekatan ekonomi melalui keuangan mikro syariah. Pertanyaannya, mengapa harus mikro dan kenapa mesti syariah ?, kenapa tidak makro saja dan kenapa tidak konvensional saja ?
                Bapak ibu sekalian, berikut kita uraikan satu persatu. kemiskinan merupakan masalah yang nampaknya tidak akan pernah berakhir, kemiskinan sesuai yang disampaikan Bapak Kepala Desa tadi terjadi tidak hanya di sini saja, tetapi juga terjadi di tempat lain. kemiskinan tidak hanya menjadi masalah di negara kita saja melainkan juga menjadi permasalahan di negara-negara lain. Dan mengapa juga kemiskinan itu ada di tengah masyarakat kecil ?. Kehadiran lembaga-lembaga keuangan yang dibentuk pemerintah yang notabenenya berskala makro belum mampu mengatasi masalah kemiskinan tersebut, karena memang lembaga keuangan makro didesain untuk golongan ekonomi menengah ke atas dan cenderung mereka sifatnya konvensional yang seolah-olah sudah dibikin gap bahwa orang miskin tidak bisa masuk dalam sistem itu. Akibatnya yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin terpuruk.
                Atas dasar itulah, program ini didesain untuk keuangan mikro yang berbasis syariah. Syariah tidak hanya untuk umat islam saja, tetapi berlaku untuk seluruh ummat manusia karena islam adalah rahmatan lil alamin. di belahan dunia saat ini konsep syariah menjadi favorit di kalangan internasional, kalau Bapak Ibu punya kerabat saat ini sedang di Malaysia atau  negara lain, coba suruh kunjungi bank Syariah yang ada di sekitar itu, pasti dia akan menemukan jajaran direksi dan karyawannya kebanyakan orang non muslim. ini menunjukkan bahwa syariah berterima untuk semua lapisan masyarakat dan semua agama.
Khusus di program  ini sasaran kami adalah masyarakat miskin atau yang kami istilahkan dengan keluarga berpenghasilan rendah. karena secara umum ada dua faktor penyebab kemiskinan, yang pertama pendapatannya rendah/tidak punya sumber pendapatan yang layak dan tetap serta yang kedua penyebabnya karena kebutuhan hidup/biaya hidup yang tinggi. misalkan biaya pendidikan yang semakin tinggi, biaya kesehatan yang makin melonjak serta biaya-biaya lainnya. Nah, oleh sebab itu, BTLB Lombok Timur bertujuan untuk membina masyarakat berpenghasilan rendah. sasarannya keluarga, tetapi pintu masuknya melaui ibu-ibu. mengapa mesti ibu-ibu tidak bapak-bapak ?, karena mohon maaf kalau kita bapak-bapak sibuk dan jarang mau kumpul-kumpul. tetapi kalau ibi-ibu senang kumpul-kumpul.
Kemudian hal yang mendasar dari program ini adalah, sifatnya yang anti riba, anti judi, anti gharar dan sejenisnya yang memang diharamkan dalam islam. dalam beberapa ayat Al-Qur’an banyak berbicara tentang haramnya riba dan kemudian selalu digandengkan dengan anjuran untuk senantiasa menunaikan zakat, infaq, shadaqah, jual beli dan sebagainya. oleh sebab itu Bapak Ibu sekalian ada lima tahapan yang akan dijalankan dalam program ini.
Pertama, Charity atau sadaqah, kedua Qardh/loan/pinjaman, ketiga Financing/pembiayaan, ke empat saving/investment/menabung dan yang kelima yakni Risk Sharing/berbagi risiko.
Setiap minggu nantinya kelompok yang berjumlah lima orang/per kelompok dikumpulkan dalam satu majelis dimana satu majelis terdiri dari dua atau lima kelompok dimana di situ ada ketua kelompok dan ketua majelis  berkumpul dan bershadoqah seikhlasnya yang ditujukan untuk anggota yang terkena musibah.
qardhul hasan atau tabarru’ merupakan pinjaman yang diberikan untuk anggota tanpa ada bunga atau pengembalian lebih dari jumlah pinjaman dan anggota boleh menggunakan untuk modal usaha atau biaya hidup lainnya,tetapi dianjurkan untuk berusaha.
Financing/pembiayaan diberikan kepada anggota dengan aqad tijaari/bisnis sesuai jangka waktu usaha tersebut dan konsepnya mudharabah/bagi hasil dimana kalau untung bagi sama-sama, rugi tanggung bersama, tetapi semuanya atas dasar kejujuran dan amanah.
Saving/menabung diwajibkan untuk anggota, karena konsep menabung adalah menyisihkan uang di depan, bukan menyisakan uang di belakang. karena bapak ibu punya uang di kantong atau di dompet misalkan hanya seribu rupiah, tidak akan menabungnya di bank. nah di program ini nantinya anggota bisa menabung berapa saja. ini untuk menjawab paradigma orang, siapa bilang orang miskin tidak bisa menabung ?. di Bogor Bapak Ibu sekalian, ada nenek-nenek pemulung yang karena selalu menyisihkan uangnya untuk menabung, dalam waktu sepuluh tahun bisa naik haji karena memang azamnya untuk bisa naik haji dan itu bisa terwujud dengan dia menabung.
Yang terakhir Risk sharing/berbagi resiko, dalam program ini diwujudkan dalam tanggung renteng dan takaful. jika ada anggota yang tidak hadir, maka anggota kelompoknya membayarkan angsuran ibu yang bersangkutan dan apabila ada anggota yang meninggal dunia sementara hutangnya masih pada lembaga maka kami anggap hutangnya sudah lunas dengan adanya program Takaful. karena urusan dunia harus diselesaikan di dunia sehingga di akhirat nanti antara anggota dan lembaga sudah tidak ada lagi urusan mengenai uang.
selain program pembinaan ekonomi, di program ini nantinya juga diberikan pendidikan seperti senantiasa menanamkan sifat disiplin, jujur dan amanah. sebelum menjadi anggota ada masa pendidikan selama empat hari. dalam masa pendidikan itu jika ada anggota yang terlambat, maka satu kelompok itu dibubarkan. apakah itu tega ?, tidak, itu merupakan proses pendidikan. awalnya mungkin anggota akan merasa terpaksa tetapi kami yakini setelah nantinya dibiasakan maka itu akan menjadi siftat dan lama kelamaan akan melekat menjadi karakter dasar. kedengarannya juga aneh, tetapi itulah rangkaian proses dari program ini karena Rasulullah SAW bersabda, “Islam itu datang dengan keanehan, pulang dengan keanehan juga. maka beruntunglah orang-orang yang aneh”.
Bapak Ibu sekalian, yang terakhir kemudian dari manakah program ini akan dimulai ? program ini akan dimulai dari keluarga/masyarakat berpenghasilan rendah, kemudian ibu rumah tangga dan dimulai dengan kebajikan/qardhul hasan/tabarru’. semuanya sudah saya paparkan tadi.
Demikian yang dapat saya sampaikan. wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu.
-          Dialog dipandu Moderator
-          Tanggapan/Komentar Peserta
Ø  Suardi (Kepala Desa Lenek)
Mendengar paparan dari supervisor tadi, programnya sangat bagus dan begitu sistematis, oleh sebab itu saya ingin bertanya: pertama, Apakah ada batasan-batasan jumlah kelompok yang akan diusulkan berdasarkan analisa kelayakan mengikuti program ini dari Kepala Dusun setempat ?, yang kedua berapa jumlah pinjaman yang bisa diterima masyarakat?
Jawab (supervisor):
-          mengenai batasan jumlah kelompok silahkan sebanyak-banyaknya, tetapi dengan catatan satu kelompok tersebut harus berjumlah lima orang. tidak boleh kurang tidak boleh lebih. Adapun syarat mereka berkempok adalah pertama dekatan rumah, kedua tidak boleh ada hubungan darah (anak dengan ibu, adik dengan kakak, mertua dengan menantu).
-          untuk jumlah pinjaman nanti setelah resmi menjadi anggota silahkan juga tidak dibatasi mau berapa, asalkan sesuai dengan kebutuhan. jangan disesuaikan dengan keinginan. tetapi untuk tahap awalnya kami mulai dengan lima ratus ribu rupiah.

Ø  Syaifullah ( Tokoh Agama)
Tadi Bapak memaparkan kalau Desa Lenek merupakan salah satu pilihan dari Desa yang lain, yang ingin saya ketahui apa yang membuat anda tertarik untuk masuk ke Desa kami ?, yang kedua saya menilai syaratnya agak banyak dan kayaknya agak rumit. kalau cara perekrutannya seperti itu maka akan banyak warga yang menghindar. sebagai catatan juga masyarakat di sini sibuk sehingga untuk waktu pertemuan agak sulit.
Jawab: Supervisor
-          Terima kasih atas pertanyaannya. sesungguhnya setiap ada sosialisasi pertanyaan yang selalu muncul adalah seperti itu. dan sebagai catatan, kami tidak sembarangan memilih Desa Lenek sebagai lokasi program, karena pertama berdasarkan usulan atau rekomendasi dari pemerintah Daerah dan pemerintah Kecamatan. yang selanjutnya beberapa bulan yang lalu kami menerjunkan tim yang melakukan observasi ke desa ini apakah termasuk layak atau tidak untuk mengikuti program ini. ternyata alhamdulillah lenek dinyatakan layak dan kebenarannya dapat dipertanggung jawabkan secara akademis.
-          kemudian yang kedua persyaratannya tidak rumit dan tidak banyak, hanya yang paling membutuhkan, dan memang kalau masih sekedar dalam pemikiran akan terasa sulit dijalankan tetapi jika sudah mulai insya Allah tidak ada yang sulit selama yang kita lakukan itu benar dan sesuai dengan syar’i.

Ø  Muharip (BPD)
Saya dengar dari supervisor tadi, program ini akan dimulai dari yang paling miskin sementara program pendidikan juga akan diterapkan dalam program ini. kalau program pendidikan, semua orang bisa. malah orang miskin pendidikannya juga rendah. kenapa tidak semua kalangan dilibatkan dalam program ini dan nanti dikelompokkan sesamanya. artinya yang miskin dikelompokkan dengan yang miskin, golongan menengah berkelompok dengan golongan menengah dan orang kaya dikelompokkan dengan yang kaya. kenapa tidak melakukan komparasi dari miskin, menengah dan kaya kemudian dikelompokkan jadi satu ?.
Jawab (Supervisor):
Saya sepakat dengan bapak tetapi insya Allah itu baru bisa kita laksanakan pada tahapan berikutnya, kalau yang untuk sekarang yang kita khususkan adalah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, karena memang visi utama dari program ini adalah untuk pengentasan kemiskinan.

Ø  Nurhasanah ( BPD )
Saya tertarik sekali masalah uang pinjaman, apalagi program ini berbasis syariah dimana operasionalnya anti riba. seperti yang dijelaskan tadi, pinjam lima ratus ribu kembalinya juga lima ratus ribu. sedangkan kita ketahui bersama kalau lembaga ini memiliki karyawan dan tentunya butuh gaji, butuh operasional dan sebagainya. Nah, yang ingin saya tanyakan darimana sumber gajinya para karyawan. karena tidak mungkin mereka mau bekerja tanpa ada upah ?
Jawab (Supervisor):
Terima kasih ibu sudah perhatian dengan pengelola. perlu diketahui bahwa program ini ada dua jenis yakni Qardhul hasan/tabarru’/pinjaman yang kalau itu tanpa ada tambahan. Yang kedua, akad Tijari/bisnis berupa bagi hasil atau mudharabah, nah akad yang kedua inilah nantinya yang menjadi sumber pendapatan lembaga yang dapat digunakan untuk gaji dan operasional karyawan, disamping ada tekhnis-tekhnis lain yang bisa membantu pemasukan lembaga.

-          Doa dipimpin oleh Kepala Dusun Dasan Montong (Abdul Hakim)
-          Penutup Oleh Moderator.

Jumat, 06 Juli 2012

HARAPAN BARU KEBANGKITAN EKONOMI BUMI GORA

Miskin, yach kemiskinan. istilah tersebut seolah menjadi momok menakutkan yang bila kita dengar, bulu kuduk serasa merinding. ketika seseorang kehidupannya mengarah mendapatkan label tersebut, maka semua akan menolaknya. siapa sih yang mau miskin. orang kurang waras sekalipun ketika ditanya tidak mau hidup serba dalam kemiskinan dan kekurangan. 
Namun pada kenyataannya, ketika kemiskinan tersebut melanda seseorang atau kemiskinan melanda suatu bangsa, menyebabkan rakyatnya menjadi sengsara. maka cepat-cepatlah pemerintah mereka menempuh berbagai cara untuk menanggulangi kemiskinan tersebut. lahirlah program pengentasan kemiskinan.dana pun diambil dari berbagai sumber. bisa dari APBD, pajak, zakat atau bahkan dari sumber yang tidak jelas.
Akibatnya banyak program pengentasan kemiskinan yang mandek di tengah jalan. kucuran dana yang jumlahnya mencapai miliyaran rupiah tersebut habis tetapi tidak berbekas sedikitpun. malah rakyat semakin miskin. mereka yang sebagai pejabatlah yang lebih kaya. dapat beli mobil baru, rumah baru atau bahkan isteri baru.
Menyedihkan memang, memalukan bahkan memilukan. wajah negeri ini seolah penuh terisi wajah-wajah sombong yang memamerkan kehidupan glamour di tengah masyarakat yang perutnya melilit karena kelaparan.
Pertanyaanya kemudian, siapakah yang bertanggung jawab terhadap pemulihan tersebut ?
Secara umum mungkin kita semua, tetapi jelas pemerintahlah yang paling bertanggung jawab karena hal tersebut merupakan amanah Allah. syukurlah sejak 2011 kemarin, pemerintah provinsi NTB mencoba mencanangkan program yang sifatnya pemberdayaan.
menolong masyarakat miskin untuk bangkit dari keterpurukannya bukan memberikan mereka gratis, jika itu yang terjadi maka sama saja kita menjatuhkan harkat dan martabat kaum miskin.
pihak yang memberi bukan berarti membuat pihak yang diberi menjadi hina ataupun membuat mereka menjadi manja. tetapi memberi kemudian membuat mereka bertanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkan apa yang telah diberikan.
kebangkitan ekonomi itulah yang mulai terlihat ada di provinsi yang terkenal dengan julukan Bumi Gora tersebut, yah pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat kini telah mulai menemukan program baru yang pas untuk menanggulangi kemiskinan masyarakatnya. sebuah program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis syariah yang memberikan pinjaman tanpa bunga. yang menekankan pada pendidikan karakter dan akhlaq serta jauh diri unsur riba. sebuah program yang menjadi harapan baru bagi pasangan BARU (Bajang Badrul) untuk membawa masyarakat NTB bangkit dari keterpurukan. keterpurukan ekonomi, mental dan keterpurukan akhlaq yang selama ini mendera masyarakatnya sampai ke pelosok kampung..semoga... (S. Mukhlis)*

Blogroll

 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates